Gubernur: Berikan Layanan Kesehatan secara Maksimal

Gubernur: Berikan Layanan Kesehatan secara Maksimal

 

SAMARINDA–Pemprov Kaltim memberikan perhatian serius terhadap pembangunan sektor kesehatan, agar masyarakat Kaltim mendapatkan pelayanan kesehatan berkualitas. Kondisi saat ini, Kaltim membutuhkan tenaga kesehatan yang cukup banyak guna memenuhi kebutuhan pelayanan sekaligus mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Untuk itu, Pemprov Kaltim selalu dan terus mendukung upaya-upaya dari berbagai pihak dalam percepatan pembangunan kesehatan. Salah satunya adalah mencetak maupun meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) tenaga kesehatan baik yang dilakukan oleh sekolah tinggi dan akademi bidang kesehatan di Kaltim.

Demikian dikatakan Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak dalam sambutan tertulis yang disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Rini Retno Sukesi pada Sidang Senat Terbuka Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Wiyata Husada Samarinda dalam rangka Wisuda dan Pengambilan Sumpah Wisudawan/Wisudawati Tahun Akademik 2013/2014 di Ballroom Hotel Mesra Internasional Samarinda, Kamis (11/9).

“Eksistensi para tenaga kesehatan sangat diharapkan di lingkungan masyarakat, karena dari banyak kasus kesakitan dan kematian adalah karena tidak sempat tertolong oleh tenaga kesehatan. Karena itu, Pemprov Kaltim menaruh perhatian yang tinggi untuk meningkatkan pembangunan di bidang kesehatan dengan memberikan layanan kesehatan maksimal kepada seluruh masyarakat,” katanya.

Selain itu, menurut dia, di setiap daerah harus ada pusat-pusat layanan kesehatan masyarakat yang dapat menjangkau hingga di pelosok desa dan pedalaman. Dalam rangka pemerataan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, Pemprov Kaltim terus berusaha menyediakan fasilitas kesehatan, terutama Puskesmas dan Puskesmas Pembantu serta Puskesmas Keliling.

Untuk mendukung jalannya pelayanan kesehatan di lingkungan masyarakat, ujar dia, Pemprov meminta dukungan dari sekolah tinggi maupun akademi keperawatan, kebidanan dan sub sektor kesehatan lainnya agar dapat menyediakan tenaga medis, yang merupakan lulusan sekolah tinggi maupun akademi kesehatan yang ada.

“Tenaga medis kita meskipun jumlahnya sudah mulai bertambah, namun perlu terus ada penambahan. Untuk mengatasi keterbatasan tenaga medis, kita memberikan paket bantuan beasiswa bagi mahasiswa kedokteran, keperawatan dan kebidanan untuk mau ditempatkan di daerah,” jelasnya.

Sehubungan dengan masalah ini, diharapkan STIKES Wiyata Husada Samarinda dapat memberikan kontribusinya untuk pemenuhan kekurangan tenaga medis dengan menghasilkan lulusannya yang andal dan profesional.

“Tenaga kesehatan yang andal dan profesional sangat penting menjadi perhatian, karena mereka yang tidak profesional, yang lambat dan tidak tanggap dalam pelayanannya, pasti akan ditinggalkan orang. Pada dasarnya masyarakat akan mencari alternatif layanan lain yang lebih baik,” tambahnya.

Gubernur Awang Faroek Ishak yang mendapatkan STIKES Award karena dianggap berjasa dan peduli terhadap pembangunan pendidikan kesehatan, berpesan kepada STIKES Wiyata Husada Samarinda agar memperbaiki manajemen perguruan tinggi dengan sebaik-baiknya. Utamanya ketersediaan para pengajar yang profesional dan melengkapi prasarana dan sarana, serta kelengkapan fasiltas penunjang lainnya yang diperlukan.

Sebagai informasi, STIKES Wiyata Husada Samarinda pada 2014 ini mewisuda sekitar 187 mahasiswa/mahasiswi dari tiga program studi, yakni S1 Keperawatan Reguler 2010 sebanyak 32 orang, S1 Keperawatan Transfer 2012 (70 orang), D3 Kebidanan (57 orang) dan D3 Analisis Kesehatan (28 orang). (her/sul/hmsprov)

//Foto: Kepala Dinas Kesehatan Rini Retno Sukesi (kanan) pada prosesi wisuda Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Wiyata Husada Samarinda. (heru/humasprov kaltim)

 

Berita Terkait
Government Public Relation