Gubernur Buka Pelatihan Calon Naker Proyek Kilang

Gubernur Awang Faroek membukan pelatihan calon tenaga kerja untuk proyek perluasan kilang minyak Refenery Unit V Balikpapan. (syaiful anwar/humapsrov kaltim)

SAMARINDA - Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak mengatakan tujuan pelatihan calon tenaga kerja untuk mendukung proyek perluasan kilang minyak (Refinery Unit V) Pertamina Balikpapan adalah untuk mempersiapkan calon tenaga kerja yang kompeten melalui pelatihan dan sertifikasi.

"Melalui pelatihan calon tenaga kerja di Balai Latihan Kerja (BLK) menjadikan Kaltim tidak hanya unggul secara komparatif, tetapi juga unggul secara kompetitif dengan sumber daya manusia yang handal, berkualitas, produktif dan mampu bersaing," tegas Awang Faroek Ishak usai membuka pelatihan calon tenaga kerja proyek Up Grading  Kilang Minyak (Refinery Unit V) Pertamina Balikpapan yang digelar di Balai Latihan Kerja (BLK) Samarinda, Rabu (8/8).  

Menurut Awang Faroek,  tanpa melalui pelatihan kerja, tentu tidak akan mampu menciptakan tenaga kerja yang dibutuhkan untuk mega proyek perluasan kilang minyak maupun proyek industri lain yang tersebar di beberapa wilayah di Kaltim. "Saya sangat berharap pemuda-pemudi Kaltim memanfaatkan dengan baik kesempatan besar ini," kata Awang. 

Pelatihan dilakukan bukan hanya di BLK Samarinda. Pelatihan yang sama juga dilakukan di daerah lain yang memiliki BLK. Tujuannya agar para peserta pelatihan yang berhasil melewati proses seleksi itu nantinya memiliki keterampilan khusus, sehingga dapat di terima bekerja pada industri-industri yang ada dan  tidak hanya di Pertamina.

Perluasan kilang minyak RU V Balikpapan, lanjut Awang Faroek mengutamakan  putra daerah Kaltim, minimal dengan kartu tanda penduduk (KTP) lima tahun. "Proyek  perluasan kilang minyak Balikpapan maupun proyek pengembangan industri yang ada di beberapa daerah di Kaltim, tentu sangat membantu pemerintah daerah untuk mengurangi angka pengangguran di Kaltim, maka dari itu kita harapkan kepada daerah yang memiliki BLK untuk dapat mengoptimalkan dalam menciptakan tenaga kerja yang handal dan berkualitas," papar Awang Faroek.

Sementara Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kaltim Abu Helmi menyebutkan 3.423 orang mengikuti seleksi program pelatihan ini. Peserta yang dinyatakan lolos seleksi sebanyak  960 orang. Terdiri first aider sebanyak 60 orang, safetyman 660 orang dan safety inspector sebanyak 240 orang.

Pelatihan ini merupakan kerjasama Kementerian Ketenagakerjaan RI, Pemprov Kaltim dan PT Pertamina (persero) yang dilakukan secara bertahap  dan simultan di BLK Samarinda dan BLKI  Balikpapan.  Untuk pelatihan first aider dan pelatihan safetyman dilaksanakan di BLKI Balikpapan, sementara pelatihan safety inspector dilaksanakan di BLK Samarinda. "Tahap pertama akan dilatih 120 orang, terdiri dari kejuruan  fisrt aider sebanyak 30 orang, kejuruan safetyman 30 orang dan kejuruan safety inspectorat sebanyak 60 orang," kata Abu Helmi.

Dalam kesempaten tersebut Awang Faroek Ishak didampingi SVP Project Execution PT Pertamina (persero) Ignatius Talulembang menyaksikan penandatanganan perjanjian pemberian bantuan pelatihan kerja kepada masyarakat di wilayah Kaltim antara PT Pertamina (persero), Dinas Tenaga kerja dan Transmigrasi Provinsi Kaltim, Unit  Pelaksana Teknis Pusat Balai Latihan Kerja Industri (BLKI) Samarinda dan UPTD Balai Latihan Kerja Industri (BLKI) Balikpapan. 

Hadir pada acara tersebut Direktur  Stankom Dirjen Pembinaan, Pelatihan dan Produktivitas  Kementerian Ketenagakerjaan RI Drs Sukiyo.  VP CSR & SME Program Partership PT Pertamina (Persero) Agus Mashud S. Kepala UPTD BLKI Balikpapan Suhartono dan Kepala BLKI Samarinda Salsa Mulyata. (mar/sul/humasprovkaltim)

Berita Terkait