Gubernur: Harus Mampu Jadi Poros Perbankan di Kaltim

Resepsi  50 Tahun Usia Bank Kaltim

SAMARINDA – Resepsi 50 tahun usia Bank Pembangunan Daerah (BPD) Kaltim atau yang  sekarang lebih dikenal dengan nama Bank Kaltim,

 Rabu (14/10) berlangsung meriah dan  penuh semangat. Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak yang secara khusus hadir dalam perayaan tersebut sukses membakar semangat para pimpinan dan staf Bank Kaltim yang hadir malam itu.

Saat didaulat memberikan sambutan, Gubernur Awang Faroek Ishak menyampaikan harapan Pemprov Kaltim sebagai pemegang saham mayoritas terbesar, agar bank milik pemerintah daerah ini dikelola lebih maksimal. Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah dengan meningkatkan ketahanan dan daya saing.

"Agar Bank Kaltim lebih kuat, maka para pemegang saham harus mengusahakan terpenuhinya rasio kecukupan modal sesuai ketentuan Bank Indonesia,” kata Awang.

Rasio kecukupan modal adalah rasio yang menentukan kapasitas bank dalam hal memenuhi kewajiban waktu dan risiko lain seperti risiko kredit, risiko pasar, risiko operasional dan lain-lain. Ini adalah ukuran dari berapa modal digunakan untuk membiayai aktiva risiko bank. Terpenuhinya rasio kecukupan modal menandakan bahwa Bank Kaltim merupakan bank yang sehat.

Selain itu, Awang menginginkan Bank Kaltim menyediakan kredit untuk mendukung berkembangnya sektor pertanian. Hal ini karena Kaltim tidak dapat terus menerus mengandalkan perolehan migas maupun batubara, sehingga harus mencari sumber energi baru dan terbarukan.

Dijelaskannya, pertanian memiliki potensi tidak hanya untuk menjadi sumber pangan, namun juga untuk menjadi sumber energi baru dan terbarukan. Sumber energi alternatif ini, seperti biofuel dan biomassa yang penggunaannya bergantung kepada bahan-bahan organik, bisa dipadukan dengan kegiatan pertanian. Hadirnya kredit pertanian diharapkan mempermudah para petani mengelola dana untuk kegiatan pertanian mereka. 

Terakhir dan tak kalah pentingnya, Gubernur Awang Faroek Ishak mengimbau Bank Kaltim untuk selalu memperhatikan kemudahan akses layanan keuangan bagi para nasabah.

“Sebagai bank milik daerah, Bank Kaltim jangan sampai kalah bersaing dengan perbankan lainnya terutama bank-bank swasta yang juga tak berhenti berkembang,” pesan Awang.

Gubernur juga kembali mengulang harapannya agar Bank Kaltim bisa hadir di setiap kecamatan di Kaltim dan Kaltara.

“Saya ingin akhir 2018, setiap kecamatan memiliki satu kantor cabang Bank Kaltim,” pinta Gubernur disambut apalus hadirin.  

Saat ini, kantor Bank Kaltim dan Bank Kaltim Syariah berjumlah 196 termasuk  kantor pusat, kantor cabang, kantor cabang pembantu dan payment point yang tersebar di seluruh Kaltim dan Kaltara, serta satu kantor cabang di Jakarta.

Melengkapi hal tersebut, Awang juga menginginkan Kantor Cabang Bank Kaltim dibangun di tiga kawasan industri utama Kaltim, yaitu Kawasan Industri Kariangau, Kawasan Industri Bontang dan Kawasan Ekonomi Khusus Maloy Batuta Trans Kalimantan di Maloy Kabupaten Kutai Timur.

Awang menargetkan Bank Kaltim akan menjadi poros perbankan di Kaltim, sesuai dengan maksud dan tujuan awal berdirinya Bank Kaltim, yaitu untuk membantu dan mendorong pertumbuhan perekonomian dan pembangunan daerah di segala bidang serta sebagai salah satu sumber pendapatan asli daerah dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat sehingga terwujud masyarakat Kaltim yang sejahtera. (aka/sul/hmsprov)

 

////Foto : Gubernur Awang Faroek Ishak dan Dirut Bank Kaltim Zainudin Fanani (batik biru) pada syukuran resepsi 50 tahun bank milik pemerintah daerah tersebut. (fajar/humasprov)

 

Berita Terkait
Government Public Relation