Gubernur: Kaltim Lanjutkan Sekolah Unggulan

Rembuk Nasional Pendidikan

JAKARTA – Dari arena Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan bertajuk “Menuntaskan Program Prioritas Pendidikan dan Kebudayaan 2013 – 2014” yang digelar di Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan (Pusbangtendik), Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak menegaskan komitmen Pemprov Kaltim untuk tetap melanjutkan sekolah-sekolah unggulan di Kaltim.

Meski Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) telah secara tegas dihapuskan oleh keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) awal tahun ini, Kaltim akan tetap melanjutkan program sekolah-sekolah  unggulan tersebut.  

            “Terus terang kami kecewa dengan dihapuskannya RSBI, kami taat dengan aturan dalam negara hukum. Tapi  tidak boleh juga kami dilarang untuk mendirikan sekolah-sekolah unggulan. Sekolah unggulan kami selama ini gratis, sepeserpun orang tua tidak bayar. Kok dilarang, kan aneh ini,” tegas Gubernur Awang Faroek di depan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), M Nuh dan ribuan peserta Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan, Senin  (11/2). Kebijakan tegas gubernur ini pun mendapat aplaus peserta.

            Gubernur Awang Faroek Ishak menjadi satu dari tiga nara sumber yang dihadirkan pada rembuk nasional pendidikan tersebut bersama Dosen Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta, Dr Sofian Efendi dan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini.

            Terhadap penghapusan RSBI, Gubernur menguraikan kebijakan Kaltim adalah  mengubah RSBI menjadi sekolah unggulan dalam semua jenjang pendidikan secara gratis.

            “Bukan hanya gratis, sekolah unggulan di Kaltim juga tanpa diskriminasi. Semua anak kita yang berprestasi dan terbaik, bisa masuk ke sekolah unggulan ini setelah melalui seleksi ketat,” tegas Awang.

Kaltim telah membuat kesepakatan dengan para bupati dan walikota untuk membangun minimal satu sekolah unggulan di semua jenjang pendidikan. Contoh penyelenggaraan sekolah unggulan yang disampaikan Gubernur Awang Faroek adalah SMA Negeri 10 Samarinda. Sekolah ini  dibangun di areal 10 hektare dengan jumlah siswa 450 orang. 

“Kami menerapkan sistem boarding school di sekolah ini.  Seratus persen anggaran disiapkan oleh Pemprov, meliputi biaya operasional sekolah, sarana dan prasarana, asrama, pakaian sekolah, makan dan minum maupun tambahan kegiatan ekstra kurikuler,” beber Gubernur Awang Faroek, lagi-lagi disambut aplaus ribuan peserta rembuk.

Pernyataan Gubernur Awang Faroek diamini Wali Kota Surabaya.. “Saya setuju dengan Pak Awang, programnya tidak boleh dilarang, harus dilanjutkan. Yang ganti itu tulisannya saja,” candanya. program sekolah unggulan di Surabaya juga terus dilanjutkan.

Selain menegaskan sikap tentang kelanjutan RSBI menjadi sekolah unggulan, Gubernur Awang Faroek juga membeberkan program-program unggulan yang berhasil dilaksanakan di Kaltim. Diantaranya adalah Program Wajib Belajar 12 Tahun.   

“Dengan komitmen yang kuat, kami yakin Program Wajib Belajar  12 Tahun akan tuntas pada 2014,” yakin Awang.  

Gubernur menjelaskan, Program Wajib Belajar (Wajar) 12 Tahun dicanangkan sejak 2009 dengan payung hukum Perda Nomor 3 Tahun 2010. Dukungan diberikan dalam bentuk Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda).  Bosda  diberikan dengan jumlah   Rp2juta/tahun/siswa SMA/MA dan Rp2,5 juta /tahun/siswa SMK dengan kesepakatan Bosda SMA/MA Rp1 juta dari Pemprov  dan  Rp1 juta dari Pemkab/Pemkot. Sedangkan Bosda SMK Rp1,5 juta dari Pemprov dan Rp1 juta dari Pemkab/Pemkot.

Gubernur Awang Faroek juga mengungkapkan, Pemprov juga menyediakan bantuan keuangan lain ke semua kabupaten dan kota, khususnya untuk penuntasan Wajib Belajar  12 Tahun. Selain itu, Pemprov juga menyediakan anggaran khusus untuk penuntasan Wajib Belajar 12 Tahun di wilayah pedalaman/terpencil dan perbatasan.

            Komitmen Gubernur Awang Faroek dalam kepemimpinannya bersama Wagub Farid Wadjdy untuk para guru pun tidak diragukan lagi. Upaya yang dilakukan diantaranya adalah dengan memberikan insentif kepada semua guru (PNS/swasta/honorer/PNS Kemenag) minimal Rp1 juta.  

Upaya lain yang dilakukan adalah melakukan peningkatakan kualifikasi pendidikan guru dengan beasiswa bagi para guru untuk menempuh pendidikan S1 dan S2. Bukan hanya itu, langkah lain yang dilakukan adalah meningkatkan kompetensi guru dengan pelatihan, workshop, pemagangan dan international training

“Tahun ini, Pemprov Kaltim membiyai pendidikan 3.875 guru untuk melanjutkan studi S1 dan S2. Kami juga memberikan penghargaan kepada guru berprestasi dan berjasa setiap tahunnya. Bukan hanya dalam bentuk sertifikat penghargaan, tapi juga dalam bentuk nominal uang sebagai motivasi,” ulas gubernur.

            Kondisi objektif terkini keberhasilan pembangunan pendidikan Kaltim juga dipaparkan gubernur. Angka Partisipasi Kasar (APK) PAUD/TK 56 persen, APK SD/MI/Paket A 113 persen, APK SMP/MTS/Paket B 94,5 persen, APK SMA/SMK/MA/Paket C 86 persen, Buta Aksara 1,6 persen, Guru Kualifikasi S1/D4 58 persen dan Rasio Siswa SMK : SMA adalah 55 berbanding 45.

            “Alokasi dana fungsi pendidikan meningkat dari Rp798,98 miliar pada 2008, menjadi Rp1,6 triliun pada 2012. Angka Melek Huruf (AMH) pada 2008 96,71 dan pada 2011 AMH meningkat menjadi 97,26 persen. Demikian pula dengan Human Development Index (HDI) atau Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kaltim berada di posisi empat nasional dengan capain poin 75,56. Ini prestasi yang sangat membanggakan,”    

Sementara terkait strategi pembangunan pendidikan, Gubernur mengatakan bahwa Kaltim mendukung dan siap melaksanakan sepenuhnya kurikulum 2013. Namun beberapa muatan harus tetap ditambahkan.

“Muatan lokal yang kami utamakan adalah pendidikan anti korupsi, pendidikan lingkungan hidup (kampanye Kaltim Hijau), pendidikan anti narkoba, seni budaya daerah, Dayak, Kutai, Berau, Bulungan dan lainnya,” ungkap Awang seraya menambahkan Pemprov akan  menyediakan anggaran yang cukup untuk sosialisasi kurikulum 2013, pengadaan buku gratis bagi siswa sesuai kurikulum 2013, pengadaan buku pegangan guru dan  pelatihan-pelatihan guru.

            Tahun ini Pemprov juga telah mengalokasikan beasiswa kepada putra putri Kaltim di dalam dan luar negeri sebanyak 31.032 orang. Beasiswa itu untuk pendidikan dasar dan menengah (Dikdasmen), diploma, sarjana, magister, doctor, internasional, siswa/mahasiswa prestasi, anak cucu veteran, S1 dan S2 guru dan S2 PNFI. Melalui Program Beasiswa Kaltim Cemerlang (Cerdas Merata Prestasi Gemilang) diharapkan, sumber daya manusia Kaltim akan tumbuh dan lebih berdaya saing.

            Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan ini dibuka Wakil Presiden Boediono didampingi Mendikbud  dan dihadiri MenPAN dan RB Azwar Abubakar. Sementara selain Gubernur Awang Faroek Ishak, dari jajaran Pemprov Kaltim tampak Staf Ahli Gubernur Bidang SDM Dwi Nugroho Hidayanto, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Musyahrim dan Ketua Dewan Pendidikan Kaltim, Buchori Yusuf.  (sul/hmsprov).

Foto : Gubernur Awang Faroek Ishak saat menyampaikan pemaparan tentang berbagai program pembangunan pendidikan Kaltim dihadapan peserta Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan.(samsul/humasprov kaltim)

Berita Terkait
Government Public Relation