Gubernur Minta Pengusaha Optimalkan Peluang Kerjasama

BALIKPAPAN - Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak meminta kepada para pengusaha atau pebisnis di Kaltim untuk mengoptimalkan peluang kerjasama dengan menjalin komunikasi dengan calon mitra dari perwakilan negara-negara luar yang sedang melakukan penjajakan untuk berinvestasi di Kaltim.

"Jangan tinggal diam. Pengusaha lokal jangan hanya jadi penonton. Harus turut juga membangkitkan kerjasama dengan luar negeri," kata Awang dalam Temu Bisnis yang mengangkat tema “Menggali Potensi Ekonomi Provinsi Kalimantan Timur dan Peluang Kawasan Eropa Tengah dan Timur” yang berlangsung di Hotel Aston Balikpapan, Senin (25/7).

Menurutnya, negara-negara luar seperti kawasan Eropa Tengah dan Timur seperti Rusia dan Belarus telah menawarkan kerjasama dalam sejumlah bidang seperti dalam sektor ekonomi, perdagangan, investasi, pariwisata, kesehatan, pendidikan dan sejumlah sektor lainnya.

"Semua bidang tidak hanya pengelolaan migas, batubara dan perkebunan. Semua bidang ditawarkan untuk dikerjasamakan. Tapi, harus sesuai dengan misi kita kedepan, kalau kita tidak lagi mengekspor bahan mentah keluar negeri. Kita membangun terlebih dahulu industri di Kaltim seperti industri dari batubara, kelapa sawit, migas dan kondesat. Nah, hasilnya itu barulah kita ekspor," katanya.

Sementara itu, Counsellor Kedubes Rusia untuk Indonesia Veronika Novoseltseva mengatakan bahwa Kaltim memang merupakan provinsi pelopor di Indonesa untuk mengembangkan kerjasama dengan Rusia karena selalu ada komunikasi yang baik antara Kaltim dengan Rusia.

"Untuk Indonesia, proyek di Kaltim adalah salah satu proyek yang diprioritaskan untuk hubungan ekonomi dan perdagangan bilateral antara Indonesia dengan Rusia yang hasil dari kerjasama ini nantinya akan memberikan manfaat yang besar bagi kedua negara," katanya.

Veronika berharap hubungan dengan Pemprov Kaltim akan terus dikembangkan bukan hanya dalam bidang ekonomi. Melainkan kerjasama pada bidang lainnya seperti bidang kebudayaan dan kemanusiaan serta bidang infrastruktur lainnya.

"Perlu diketahui juga, kalau saat ini kami menginginkan kerjasama dalam bidang pengelolaan bahan mineral infrastruktur energi," katanya.

Peluang kerjasama juga diberikan negara Belarusia kepada para pengusaha di Kaltim, Minister-Counsellor dari Kedubes Belarus untuk Indonesia Denis Kovalev mengatakan bahwa pihaknya tengah melakukan penjajakan terkait potensi perdagangan alat berat di Kaltim.

"Belarus bisa menyuplai peralatan perkebunan sawit dan karet. Selain itu, juga bisa menyuplai alat-alat berat untuk kegiatan pertambangan," katanya. 

Temu Bisnis menghadirkan sejumlah narasumber yakni Direktur Eropa Tengah dan Timur Kementerian Luar Negeri T.B.H Witjaksono Adji, Minister-Counsellor Kedubes Belarus Indonesia Denis Kovalev, Counsellor Kedubes Rusia untuk Indonesia Veronika Novoseltseva, Atase Perdagangan RI di Moskow Rusia Heryono Hadi Prasetyo, Wakil Ketua Umum Kadin Kaltim Alexander Sumarno.

Usai temu bisnis, perwakilan Rusia dan Belarus serta rombongan dari Kemenlu melakukan kunjungan ke kawasan industri Kariangau dan Buluminung. Namun kunjungan ke Kawasan Industri Buluminung yang dijadwalkan pada Selasa (26/7) dibatalkan karena hujan deras yang mengguyur Kota Balikpapan. (rus/sul/es/humasprov)

Berita Terkait
Government Public Relation