Gubernur Minta Story Pengguna Narkoba Dijadikan Buku

Gubernur Minta Story Pengguna Narkoba Dijadikan Buku

SAMARINDA- Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak meminta agar sejarah atau story para pengguna narkoba yang berada di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Samarinda Bayur dapat dijadikan buku, sehingga menjadi pengetahuan bagi masyarakat agar tidak berupaya mencoba-coba narkoba.

Karena, pada awalnya para warga binaan tersebut sebelum terjerumus adalah mencoba-coba bahkan ada pula dengan alasan masalah ekonomi. Karena itu, awal perjalanan hidup para pengguna tersebut hingga masuk di Lapas Narkotika Samarinda patut menjadi pelajaran bagi seluruh masyarakat di Kaltim.

“Asal mula mereka itu adalah dimulai dari coba-coba. Dari ajakan teman hingga akhirnya terperangkap dan kecanduan bahkan menjadi kebutuhan hidup, sehingga ini harus berantas, agar penyalahgunaan narkotika di daerah ini semakin berkurang. Apalagi, kita ketahui saat ini Kaltim merupakan urutan kedua di Indonesia penyalahgunaan narkotika. Ini membuat saya prihatin. Semoga dengan buku yang dibuat dapat menjadi pelajaran bagi masyarakat agar tidak mencoba-coba narkoba,” kata Awang Faroek Ishak ketika berkunjung ke Lapas Narkotika Samarinda baru-baru ini.

Menurut Awang, perjalanan hidup para pengguna tersebut sangat banyak, karena itu patut dijadikan buku atau tulisan yang baik, sehingga tidak ada lagi korban narkoba yang lain masuk ke Lapas Narkotika Samarinda.

Awang menegaskan, narkoba memberikan dampak besar terhadap rusaknya kehidupan masyarakat. “Dalam satu keluarga, apabila ada yang tertangkap menggunakan narkoba, maka keluarga tersebut merasa tidak tenang dan merasa tidak punya masa depan. Alasannya saja broken home, semua itu juga karena pergaulan atau pengaruh lingkungan yang tidak baik,” jelasnya.

Karena itu, story tersebut sangat diperlukan, bahkan diharapkan seluruh warga binaan dapat menulis satu persatu story yang telah dialami selama ini hingga masuk ke Lapas Narkotika Samarinda.

Selain itu, terpenting adalah peran orang tua agar selalu memberikan pengawasan terhadap pergaulan anak-anak bersama teman-temannya. Apalagi, zaman sekarang serba canggih, sehingga untuk mengontrol anak sangat mudah, yakni melalui alat komunikasi handphone yang bisa dilacak ke mana saja.

“Apabila ada yang mencurigakan, orang tua diharapkan dapat segera melaporkan ke polisi, karena kepolisian mempunyai alat pendeteksi siapa yang memiliki narkoba,” jelasnya.

Menurut dia, para pengguna terutama para warga binaan Lapas Narkotika Samarinda adalah orang-orang yang belum beruntung, karena jauh dari keluarga dan masyarakat umum. Meski demikian, Awang yakin, dengan membaca buku story para pengguna atau warga binaan, masyarakat umum tidak akan berani mencoba-coba narkoba.

“Saya minta Kepala Lapas Narkotika Samarinda dan Kepala Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Kaltim dapat mengakomodir penulisan tersebut. Buku tersebut akan kita buat dengan bagus sehingga dapat menjadi bacaan khusus bagi masyarakat terutama para pelajar dan mahasiswa di daerah ini, dengan tujuan penyalahgunaan narkotika di daerah ini semakin berkurang,” jelasnya.(jay/adv) 

 

//Foto: Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak memberi nasihat pada penghuni Lapas Narkotika. (fajar/humasprov kaltim).

 

Berita Terkait
Government Public Relation