Gubernur: Ramadan Ajang Revolusi Mental


SAMARINDA – Bulan suci Ramadan sebagai bulan tarbiyah (bulan pendidikan) hendaknya dimanfaatkan untuk merevolusi mental umat Islam khususnya masyarakat Kaltim.

Menurut Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak, Ramadan mengajarkan seluruh umat Islam untuk membatasi diri dari segala hal yang negatif, sebaliknya meningkatkan amal ibadah.

“Ramadan ini hendaknya dimanfaatkan untuk merevolusi mental. Ramadan, umat muslim lebih banyak takut melakukan hal-hal yang dilarang Allah SWT, sebaliknya kita berlomba-lomba melaksanakan segala perintah-Nya,” kata Gubernur saat Safari Ramadan dan Shalat Jumat bersama di Masjid Raya Darussalam Samarinda, Jumat (24/6).

Maknanya lanjut Awang, revolusi mental yang dilakukan masyarakat termasuk jajaran pemerintah adalah menaati tata aturan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Salah satu contoh yang diajarkan Rasulullah Muhammad SAW ungkapnya, yakni tata aturan hidup yang tertib yang tergambar dari prilaku antrian. Dimana, Rasulullah mengajarkan siapa saja yang datang lebih dulu di masjid maka dia harus berada di shaf paling depan.

Selain itu, selalu menjaga kebersihan diri dan tempat ibadah dari kotoran maupun hal-hal yang bisa merusak ibadah kepada Allah.

Berarti Allah dan  Rasul-nya ujar Awang, sudah mendidik serta mengajarkan kita semua untuk hidup tertib dan menjaga kebersihan serta saling menghormati satu sama yang lainnya.

Demikian halnya, dalam tata pemerintahan bagi jajaran Pemprov Kaltim untuk melakukan revolusi mental melalui Kaltim melayani, bersih dan tertib.

“Komitmen kami untuk melakukan revolusi mental melalui Kaltim melayani, bersih dan tertib ini tidak mungkin terwujud tanpa dukungan seluruh pihak terlebih masyarakat Kaltim,” ungkap Awang. (yans/sul/humasprov)   

Berita Terkait