Hari ini, Pasar Murah di Kelurahan Loa Bakung

Suasana pasar murah yang digelar Disperindagko dan UMKM Kaltim bersama para agen dan distributor. Sangat membantu masyarakat. (IST)

SAMARINDA - Dinas Perindustrian, Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop dan UKM) Kaltim bulan Ramadan 1439 H ini telah  sukses melaksanakan pasar murah di sembilan titik lokasi. Pasar murah terakhir akan dilaksanakan di Kelurahan Loa Bakung Samarinda, Sabtu (9/6) hari ini. 

Kepala Disperindagkop dan UMKM Kaltim Ir Fuad Asaddin menjelaskan  kegiatan pasar  murah yang dilaksanakan  sudah menjadi agenda rutin setiap menjelang maupun pada pelaksanaan hari-hari besar keagamaan. Untuk tahun ini, Disperindagkop bekerjasama dengan para distributor  melaksanakan pasar murah pada 10 titik. Lima titik diantaranya  dibiayai dari APBD dan 5 titik dari dana APBN. 

"Kita telah melaksanakan pasar murah di 9 titik dari 10 titik  yang direncanakan. Pasar murah tersebar di wilayah Samarinda dan Kutai Kartanegara. Titik terakhir Sabtu besok (hari ini) akan kita  laksanakan di Keluarahan Loa Bakung, tepatnya di halaman Masjid Ar Rasyidin," kata Fuad Asaddin, Jumat (8/6).

Menurut Faud Asaddin, antusias masyarakat yang berbelanja di pasar murah sangat luar biasa. Hanya beberapa jam, barang kebutuhan pokok yang dijual sudah ludes, bahkan beberapa masyarakat  minta agar pelaksanaan pasar murah ditambah titik lokasinya.   

"Kita sangat bersyukur, antusias masyarakat pada setiap  pelaksanaan pasar murah  sangat luar biasa. Kita  harapkan dapat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan bahan pokoknya, khususnya menjelang Hari Raya Idul Fatri 1439 Hijriah,  karena harga-harga yang ditawarkan dibawah harga di pasar," jelasnya. 

Fuad Asaddin mengharapkan kepada masyarakat Kaltim supaya dalam bulan puasa Ramadan tahun ini  tidak menganggap sebagai hal yang luar biasa, walaupun dari sisi permintaan meningkat tetapi dari sisi ketersediaan (stok) bahan pokok  masih sangat cukup. Berdasarkan laporan distributor  ketersediaan akan  kebutuhan  pokok itu rata-rata diatas tiga bulan, jadi tidak perlu khawatir  akan kekurangan kebutuhan bahan pokok.

"Kita harapkan, masyarakat Kaltim tidak khawatir kekurangan stok sembako.  Maka dari itu masyarakat tidak perlu berlebihan menanggapi perkembangan harga yang terjadi pasa saat ini, karena  selama pendistribusian lancar  otomastis  stok sembako  tidak akan  kurang, " kata Fuad Asaddin. (mar/sul/humasprov)

Berita Terkait