Inflasi Kaltim Pada Oktober 0,16 Persen

Inflasi Kaltim Pada Oktober 0,16 Persen

 

SAMARINDA - Kaltim mengalami inflasi 0,16 persen pada Oktober 2014, dimana terjadi perubahan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 116,11 pada September 2014 menjadi 116,29. Dengan kondisi tersebut, hingga Oktober 2014 inflasi tahun kalender mencapai 3,88 persen dan inflasi year on year tercatat 4,57 persen.

Jika dirinci menurut kota, Oktober 2014 Samarinda mengalami inflasi 0,60 persen, Balikpapan deflasi -0,48 persen dan Tarakan inflasi 0,37 persen. Sampai dengan Oktober 2014 inflasi tahun kalender di Samarinda adalah 2,94 persen, Balikpapan 3,93 persen dan Tarakan 7,36 persen. 

“Sesuai hasil tersebut, inflasi year on year di Samarinda mencapai 3,62 persen, Balikpapan 4,92 persen dan Tarakan 7,17 persen. Hal ini sesuai IHK yang merupakan salah satu indikator ekonomi untuk mengukur tingkat perubahan harga atau inflasi/deflasi di tingkat konsumen, khususnya di daerah perkotaan,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim Aden Gultom melalui rilis BPS di Samarinda, Senin (3/11).

Menurut dia, perubahan IHK dari waktu ke waktu menunjukkan pergerakan harga dari paket komoditas yang dikonsumsi rumah tangga. Di Indonesia tingkat Inflasi diukur dari persentase perubahan IHK dan diumumkan ke publik setiap awal bulan atau hari kerja pertama oleh BPS.

Lebih lanjut, dia mengungkapkan, inflasi terjadi disebabkan adanya kenaikan harga pada kelompok pengeluaran yang memiliki andil dominan, yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks pada kelompok transportasi dan komunikasi yang mengalami inflasi 1,15 persen, kelompok perumahan mengalami inflasi 1,07 persen, disusul kelompok kesehatan yang mengalami inflasi 0,65 persen.

Selanjutnya  kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga yang mengalami inflasi sebesar 0,31 persen, kelompok makanan jadi mengalami inflasi 0,15 persen, kelompok sandang mengalami inflasi sebesar 0,06 persen, sedangkan kelompok bahan makanan mengalami deflasi -1,94 persen.

“Meski demikian, Oktober 2014 kelompok komoditi terhadap inflasi yang terbesar adalah kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar memiliki andil 0,29 persen, disusul kelompok transportasi dan komunikasi yang memiliki andil sebesar 0,20 persen,” jelasnya.

Selain itu, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau dan kelompok kesehatan memiliki andil yang sama dalam peningkatan inflasi Oktober 2014 yaitu mencapai 0,03 persen, kemudian disusul kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga memiliki andil 0,02 persen, kelompok sandang memiliki andil sebesar 0,001 persen. Sedangkan kelompok bahan makanan memiliki andil negatif atau menekan laju inflasi yaitu -1,94 persen.

Jika dibandingkan inflasi tahunan, Oktober 2014 Kaltim mengalami peningkatan sebesar 0,16 persen dari periode yang sama dua tahun sebelumnya, yaitu Oktober 2013 di Kaltim terjadi inflasi sebesar 0,14 persen dan Oktober 2012 terjadi deflasi sebesar -0,39 persen. Sedangkan inflasi tahun kalender Kaltim sampai dengan Oktober 2014 adalah sebesar 3,88 persen. (jay/sul/es/hmsprov)

Berita Terkait