IPM Kaltim Secara Nasional Cukup Baik

SAMARINDA-Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak mengatakan, Angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebagai indikator peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Kaltim cukup baik.
"Pada 2008 IPM Kaltim 74,52 sedangkan  pada 2011  menjadi 76,22  atau di atas IPM Nasional sebesar 72,77, hingga kini  Kaltim menempati urutan ke-5 IPM tertinggi secara Nasional," kata Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak di Samarinda belum lama ini.
Sementara itu lanjut dia, prosentase penduduk miskin selama lima tahun mengalami penurunan sejak tahun 2008 hingga 2013, pada tahun 2008 sebesar 9,51 persen dan pada  2013 menurun menjadi 6,06 persen.
"Pencapian kinerja penanggulangan kemiskinan ini, telah melampaui target RPJMD tahun 2013 sebesar 7% dan RPJM Nasional tahun 2014 sebesar 8-10%, bahkan melampaui target MDGs 2015 yang sebesar 7,5 persen.," ujarnya.
Ditambahkannya, penurunan jumlah Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) juga menunjukkan hasil yang signifikan selama 5 tahun ini, yaitu 92.520 orang pada 2008 dan menurun tajam menjadi 19.330 orang dengan  tingkat penurunan angka PMKS mencapai 89, 56  persen.
Kemajuan di bidang Kesehatan dan Gizi, dapat dilihat dari angka harapan hidup rata-rata penduduk Kaltim yang pada tahun 2012 mencapai 71,61 tahun, lebih tinggi dibanding rata-rata Nasional. Sementara pada tahun 2008, angka harapan hidup 70,80 tahun. Jumlah balita yang berstatus gizi buruk relatif rendah yaitu sebesar 0,3 persen serta persentase balita yang kelahirannya ditolong oleh tenaga medis sebesar 79 persen.
"Sejalan dengan pencapaian target-target Millenium (MDGs) 2015, maka program-program pemberdayaan ibu dan anak serta keluarga, juga perlu mendapatkan perhatian yang serius. Masalah kesehatan ibu dan anak juga tidak kalah pentingnya untuk diperhatikan, karena untuk mengubah kebiasaan hidup masyarakat untuk perilaku kebiasaan hidup sehat itu tidaklah mudah," demikian Awang Faroek Ishak.(sar/hmsprov)

//Foto: Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak memberikan bantuan untuk para penyandang cacat sebagai bagian dari upaya meningkatkan SDM masyarakat Kaltim, sekaligus peningkatan IPM. (dok/humasprov kaltim).


 

Berita Terkait