Jeruk Borneo Prima Bibit Unggul Kaltim

Ibrahim menyerahkan bibit Jeruk Borneo Prima kepada Camat Kaubun. (dok humasprov kaltim)

 

SAMARINDA – Tanaman jeruk keprok Borneo Prima (Citrus sp) merupakan tanaman asli Benua Etam yang telah dilepas sebagai plasma nutfah Kaltim untuk dikembangkan secara nasional. Menurut Kepala Dinas Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Kaltim H Ibrahim, tanaman yang termasuk keluarga Rutaceae ini telah dikembangkan sejak 2003. “Jeruk Borneo Prima khas Kaltim memiliki karakteristik menarik dengan rasa manis telah dilepas Kementerian Pertanian sebagai bibit unggul Kaltim,” katanya.

 

Dijelaskannya, Jeruk Borneo Prima merupakan tanaman yang tumbuh dengan baik dikembangkan pada dataran rendah maupun dataran tinggi. Selain itu, jeruk jenis ini dapat ditanam dalam pot walaupun hanya berdiameter 20-30 cm serta dapat diletakkan di bawah sinar matahari sepanjang hari. Jenis tanaman khas Kaltim ini hanya menggunakan media tanam berupa tanah humus atau tanah kompos tapi dalam masa tanam dua tahun sudah bisa menghasilkan. Produktivitas tanaman yang berasal dari Desa Tanjung Labu, Kecamatan Rantau Pulung Kutai Timur ini mampu berproduksi mencapai 20 kilogram. 

 

Ibrahim mengungkapkan pihaknya terus mengembangkan bibit unggul nasional ini melalui UPTD Balai Benih Indukan (BBI) Hortikultura Loa Janan Kutai Kartanegara. “Biasanya orang dapat mengonsumsi jeruk secara langsung ataupun diolah menjadi produk makanan atau minuman,” ungkapnya. Dia berharap masyarakat juga para petani di Kaltim dapat mengembangkan jeruk jenis Borneo Prima sebab bisa ditanam pada pot dan lahan dataran rendah serta tinggi. (yans/sul/humasprov)

Berita Terkait