Kaltim Berkomitmen Majukan Sektor Pendidikan dan Kesehatan

Pertemuan Pemprov dan Direktur Poltekkes se Indonesia

SAMARINDA – Kaltim memiliki potensi sumber daya alam (SDA) berlimpah dan selama ini menjadi tumpuan perekonomian daerah. Namun, Pemprov Kaltim menyadari terus menerus bergantung pada kekayaan SDA tersebut. Dalam 40 tahun ke depan SDA akan habis.

“Saat ini kita berinvestasi lewat sektor pendidikan dengan memberi puluhan ribu beasiswa setiap tahun untuk berbagai jenjang pendidikan. Hasilnya akan kita lihat dalam 5-10 tahun ke depan, di mana penerus kita akan menjadi generasi unggul dan berkualitas yang mampu bersaing dengan daerah ataupun negara lain,” ujar Asisten Kesejahteraan Rakyat Setprov Kaltim H Bere Ali saat menerima Audiensi Direktur Poltekkes Se-Indonesia di Ruang Tepian I Kantor Gubernur Kaltim, Selasa (18/11).

Menurut dia, Pemprov Kaltim telah berkomitmen untuk menjadikan sektor pendidikan dan kesehatan sebagai prioritas pembangunan. Sehingga pembangunan kedua sektor tersebut terus menerus dilakukan guna memeratakan pendidikan dan pelayanan kesehatan berkualitas di seluruh wilayah Kaltim.

Sedangkan di sektor pendidikan, melalui Beasiswa Kaltim Cemerlang telah berjalan sejak 2009. Hingga 2013 sudah tersalurkan kepada sekitar 187 ribu penerima yang merupakan putra-putri Kaltim. Pada 2014, komitmen Gubernur Awang Faroek Ishak dan Wakil Gubernur Mukmin Faisyal tersebut dilanjutkan kembali dengan meningkatkan jumlah penerima menjadi 50 ribu orang setiap tahun.

“Sangat banyak program yang dilaksanakan pemprov untuk memajukan dan memeratakan pendidikan yang berkualitas di Kaltim. Alokasi anggaran pendidikan kita sudah 20 persen dari total APBD Kaltim setiap tahunnya. Kita juga memberikan insentif guru, bantuan operasional sekolah daerah (Bosda) serta peningkatan kompetensi dan sertifikasi guru. Ini tidak lain agar pendidikan di Kaltim dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat,” jelasnya.

Demikian halnya untuk sektor kesehatan, pemprov terus berusaha memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas kepada seluruh masyarakat Kaltim. Hal itu dilakukan dengan berbagai cara, diantaranya meningkatkan alokasi anggaran kesehatan hingga 13 persen dari total APBD Kaltim, serta pemenuhan tenaga kesehatan melalui program Beasiswa Kaltim Cemerlang.

“Ini merupakan upaya kita untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat akan pendidikan dan kesehatan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan mereka,” ucapnya.

Bere Ali menambahkan pertemuan ini merupakan momentum bagus dan tentu berharap kedua belah pihak mendapatkan manfaat untuk bisa diterapkan di lingkungannya masing-masing.

“Salah satunya mungkin ada best practice di lingkungan Poltekkes se-Indonesia yang bisa dijadikan model untuk dikembangkan di Kaltim,” tambahnya.

Hadir pada kesempatan itu, Kepala Dinas Pendidikan H Musyahrim, Kepala Dinas Kesehatan Rini Retno Sukesi, serta Kepala Biro Humas dan Protokol Setprov Kaltim S Adiyat. (her/sul/es/hmsprov)

 

Foto:Asisten Bidang Kesejahteraan Rakyat Setprov Kaltim, H Bere Ali menyapa sejumlah Direktur Poltekes se Indonesia. (fajar/humasprovkaltim)

 

Berita Terkait