Kaltim Swasembada Konsumsi Ikan
SAMARINDA – Kaltim saat ini sudah swasembada perikanan atau surplus produksi untuk memenuhi kebutuhan konsumsi ikan dimana rata-rata nasional masih 32 kilogram perkapita pertahun, sedangkan konsumsi masyarakat Kaltim mencapai 58 kilogram perkapita pertahun.
“Kaltim sudah swasembada ikan terlihat dari konsumsi masyarakat perkapita pertahunnya sudah diatas rata-rata nasional yang hanya 32 kilogram sementara kita sudah 58 kilogram,” kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kaltim Iwan Mulyana usai membuka Rapat Evaluasi Program Kelautan Perikanan dan Implementasi Anggaran/Barang Wilayah KKP di Samarinda, 27/11).
Sehingga cara berpikirnya lanjut Iwan, harus berorientasi pada pangsa pasar global (ekspor) maupun perdagangan  antar pulau. Karena untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat Kaltim sudah jauh terlampau diatas rata-rata nasional.
Bahkan pasar sangat terbuka peluangnya untuk komoditi perikanan dan kelautan Kaltim, sebab seberapapun jumlahnya pasti akan terserap pasar. Namun, terpenting saat ini adalah produk yang kompetitif (berdaya saing tinggi).
Terpenting yang harus dipenuhi untuk mampu menembus pasar regional bahkan global yakni kualitas atau mutu  produksi perikanan yang harus lebih bagus termasuk penampilan dan kemasan terutama harga yang kompetitif dibandingkan daerah lain.
Karenanya, Pemprov melalui DKP telah melakukan pembinaan kepada usaha mikro kecil menengah (UMKM) agar mampu bersaing dan masuk ke pasar global atau ekspor. Walaupun nelayan namun saat ini sudah mampu ekspor.
Saat ini DKP bersama kabupaten/kota didukung mitra usaha dan pihak swasta terus mengembangkan 5 komoditas unggulan perikanan dan kelautan yakni Ikan Kerapu, Patin dan Nila serta Rumput Laut dan Udang Windu.
“Selain 5 komoditas unggulan juga dikembangkan komoditas spesifik berupa Udang Galah (udang air tawar) dan Ikan Betutu, sedangkan komoditas strategis yakni ikan olahan (ikan asin). Kita terus memacu masyarakat mengembangkan berbagai komoditas itu,”  ungkap Iwan.
Potensi perikanan dan kelautan yang dapat diusahakan setiap tahunnya mencapai lebih dari 140 ribu ton. Masing-masing budidaya tambak sebesar 122 ribu ton dan perikanan air tawar sekitar 79 ribu ton.(yans/hmsprov)
 
///Foto: Gubernur Awang Faroek panen ikan Kerapu di keramba jaring apung kawasan laut Bontang.(dok/humasprov kaltim)
 
 
Berita Terkait