Kaltim untuk Semua agar Kaltim Tetap Damai

Kaltim untuk Semua agar Kaltim Tetap Damai

 

SAMARINDA-Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak kembali menegaskan bahwa komitmen Membangun Kaltim Untuk Semua bukan sekedar jargon. Pembangunan Kaltim dalam masa kepemimpinan Gubernur Awang Faroek Ishak konsisten dilakukan secara inklusif, merata untuk semua lapisan masyarakat, baik yang berada di daerah perkotaan, pedesaan, pedalaman hingga perbatasan. Pembangunan yang dilakukan juga tidak memandang suku dan agama. Rakyat Kaltim berhak atas hasil dan kemajuan pembangunan.

"Itulah mengapa Kaltim ini dikenal sebagai daerah yang sangat kondusif, aman dan damai. Karena slogan membangun Kaltim untuk semua itu benar-benar kita laksanakan, bukan sekedar jargon kosong," kata Awang Faroek Ishak saat menerima audensi Ompui Ephorus Huria Kristen Batak Protestan (HKBP), Pdt Willem TP Simarmata dan rombongan di Guest House Lamin Etam, Jumat (15/8).

Pemprov Kaltim lanjut Awang Faroek, sangat berkepentingan untuk dapat  terus menciptakan suasana kondusif agar iklim berusaha yang nyaman dapat terjaga dengan baik dan arus investasi semakin deras mengalir ke daerah ini.

Gubernur menguraikan, konflik agama dan konflik komunal tidak terjadi di Kaltim karena ketika ada riak kecil, gubernur bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) bergerak cepat untuk meredam. Saat ini di Kaltim setidaknya telah terbentuk 5 forum penting yang kinerjanya sangat membantu menciptakan kondusifitas daerah.

Kelima forum itu adalah Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), Forum Kerukunan Antar Umat Beragama (FKUB), Forum Komunikasi Pembauran Kebangsaan (FKPK), Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) dan Forum Komunikasi Pengusaha (FKP).

"Kalau ada sedikit gejolak, forum ini akan segera bergerak. Kami selalu berkoordinasi dengan mereka agar tidak meluas. Jadi kalau ada perkelahian atau konflik, itu pasti bukan karena suku atau agama, tapi oknum. Jika masalahnya tidak bisa diselesaikan secara baik, maka hukum harus jadi panglima," tegas Awang. 

Khusus soal perhatian terhadap pembinaan keagamaan, Gubernur Awang Faroek Ishak juga menyebutkan semasa kepemimpinannya perhatian besar telah diberikan. Hal ini penting agar setiap insan masyarakat Kaltim memiliki bekal keimanan yang kuat sehingga tidak mudah terprovokasi untuk terlibat dalam konflik dan perpecahan.

"Kami sudah membantu pendirian sejumlah tempat ibadah. Pembinaan keagamaan untuk semua agama juga kami berikan secara proporsional. Kami pun siap membantu HKBP yang berencana membangun Kompleks HKBP Center. Kami akan bantu secara bertahap," janji gubernur.

Pada tahap awal, Kompleks HKBP Centre Distrik XXVII Kaltimsel itu akan dibangun dengan dana tidak kurang dari Rp3 miliar rupiah.

Sementara itu, Ompui Ephorus HKBP, Pdt Willem TP Simarmata sangat terkesan dengan perhatian besar gubernur. Dia berharap agar Kompleks HKBP Centre ini bisa diselesaikan tepat waktu sehingga organisasi ini pun bisa secara aktif berkontribusi demi kemajuan Kaltim, khususnya dalam bidang keagamaan dan moral.

"Kami sangat bangga atas perhatian besar Gubernur Awang Faroek Ishak kepada HKBP. Semoga beliau selalu diberikan kesehatan dan dapat menuntaskan tugas memimpin Kaltim ini dengan baik. Beliau adalah pemimpin yang benar-benar  mengayomi," kata Pdt Willem TP Simarmata.

Pada pertemuan tersebut juga hadir Asisten Kesejahteraan Rakyat H Bere Ali dan Kepala Dinas Sosial Kaltim Hj Siti Rusmalia Idrus. (sul/hmsprov)

 

//Foto: Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak menandatangani prasasti peletakan batu pertama pembangunan HKBP Center. (fajar/humasprov kaltim)

 

Berita Terkait