Kawasan Ekonomi Kaltim Tumpuan Masa Depan

Kawasan Ekonomi Kaltim Tumpuan Masa Depan

 

SAMARINDA-Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak mengatakan, kawasan Maloy Batuta dan Lubuk Tutung di Kutai Timur (Kutim) berada persis pada kawasan strategis Alur Laut  Kepulauan Indonesia II (ALKI II) di Selat Makassar. Di masa depan, ALKI II diprediksi akan menjadi pusat pertumbuhan dunia, khususnya di kawasan Asia Timur.  Di kawasan diperkirakan berkembang zona industri, zona logistik dan zona pengolahan ekspor.

"Luasan kawasan ekonomi khusus Maloy Batuta Trans Kalimantan berjumlah 23.800 hektare. Saat ini sudah clear and clean statusnya berjumlah 1.557,34 hektare, sedangkan sisanya sedang dalam penyelesaian bersama antara Pemprov dan Badan Pertanahan Nasional Kaltim," kata Awang Faroek.

Disamping kawasan KEK, ada dua kawasan lagi yang sangat strategis yaitu kawasan industri/cluster industri yang berbasiskan gas dan kondensat yang dikenal dengan kawasan industri di LNG pupuk Kaltim dan kawasan industri Kaltim Industrial Estate. Tidak lama lagi pemerintah pusat akan membangun refinery (kilang minyak) yang cukup besar 600.000 barrel/hari.

"Pembangunan tersebut merupakan salah satu refinery yang terbesar di Indonesia, dan kemarin sudah dilaporkan bahwa Kaltim sudah menyiapkan lahan seluas 500 hektare di kawasan LNG Bontang," ungkap Gubernur.

Menurut Awang Faroek, kawasan lain yang tidak kalah pentingnya adalah Kawasan Industri Kariangau (KIK) di Balikpapan dengan luas 2.721 hektare lahan milik Pemprov, Pemkot Balikpapan dan swasta. Selain itu juga dibangun Kawasan Industri Buluminung di Kabupaten Panajam Paser Utara.

"Di kawasan tersebut akan dibangun kajian penelitian ilmu pengetahuan dan teknologi bidang kelautan dan Maritim Techno Park. Sedangkan perusahaan yang telah beroperasi di Buluminung  antara lain CPO Astra, Supply Base Eastkal, pelabuhan Pemda, terminal khusus batu bara. Sejumlah investor akan masuk untuk usaha pabrik pulp,  pabrik ethanol dan smelter nikel," papar Awang Faroek. (mar/sul/hmsprov)

Berita Terkait