Kerukunan Umat Beragama Kaltim Diakui Dunia

 

SAMARINDA – Kerukunan dan keharmonisan kehidupan antarumat beragama di Kaltim ternyata diakui dunia. Keharmonisan ini tercipta juga berkat kerja keras Pemprov Kaltim, jajaran TNI dan Polri serta semua komponen masyarakat Kaltim. Selain itu, kepedulian dan perhatian serta dukungan Pemprov Kaltim dalam membangun rumah ibadah bagi enam agama menunjukkan perhatian yang besar untuk menciptakan Kaltim yang kondusif dan aman.

"Ternyata kita adalah satu-satunya pemerintahan di dunia yang memberikan bantuan pembangunan rumah peribadatan bagi umat Budha (Budhist Center),” kata Gubernur Awang Faroek Ishak saat menerima jajaran pengurus MUI Kaltim, Kamis (28/4). 

Penilaian itu lanjut Gubernur, disampaikan Ketua Majelis Agama Budha Dunia pada saat peresmian Budhist Center beberapa waktu lalu. Walaupun pada dasarnya menurut Awang, pemerintah mendukung pembangunan rumah-rumah ibadah bagi umat beragama di Kaltim bukan untuk penghargaan tapi semata-mata untuk kerukunan dan kedamaian kehidupan beragama di daerah.

Selain itu, pemerintah daerah ingin menunjukkan begitu besar perhatian dan kepedulian yang sama terhadap kehidupan beragama dengan membangunkan tempat peribadatan. 

Diantaranya, pembangunan Islamic Center bagi umat Islam dan Kristiani Center untuk umat Kristen. Chatolic Center untuk umat beragama Katolik serta Budhist Center bagi umat Budha. 

 

“Inilah komitmen dan dukungan yang harus dimiliki pemerintah sebagai bentuk perhatian dan kepedulian  kepada masyarakatnya. Termasuk perhatian bagi kehidupan dan keharmonisan umat beragama,” ungkap Awang Faroek Ishak. (yans/sul/humasprov

Berita Terkait