Kualitas Pelayanan Publik Masih Perlu Perbaikan

SAMARINDA – Peningkatan kualitas pelayanan publik menjadi  titik penting dan utama  sebagai tujuan akhir dari keseluruhan reformasi administrasi pemerintahan, termasuk di Kaltim.
Kualitas pelayanan yang diselenggarakan lembaga publik di Indonesia sampai saat ini masih sangat memprihatinkan, yang ditandai dengan banyaknya pengaduan dan keluhan ketidakpuasan masyarakat terhadap kualitas pelayanan tersebut.
Hal ini dikatakan Kepala Bagian Tata Kelaksanaan Biro Organisasi Sekretariat Daerah Provinsi Kaltim, Syaiful Anwar pada Lokakarya Analisis Masalah Penyebab Pengaduan Kerjasama  Sekretariat Daerah Provinsi Kaltim dengan Kantor Pusat Kajian Pendidikan dan Pelatihan Aparatur III Lembaga Administrasi Negara (PKP2A-LAN), di ruang Serbaguna Kantor Gubernur Kaltim, Rabu (3/4).
“Sebab itu, kinerja pelayanan publik menjadi titik strategis dimana kepercayaan masyarakat secara luas kepada pemerintah dipertaruhkan,” ujarnya.
Dijelaskan Syaiful Anwar, pada 27 Maret 2013, Kaltim berhasil mendapat penghargaan Citra Bhakti Abdi Negara (CBAN) dengan nilai CC yang diserahkan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Azwar Abubakar kepada Gubernur Kaltim Dr. H. Awang Faroek Ishak.
Selain itu prestasi Kaltim juga meraih prestasi bersama dengan delapan provinsi terbaik lainnya menerima penghargaan Citra Pelayanan Prima (CPP) untuk Badan Perpustakaan Provinsi Kaltim dengan nilai B.
”Penghargaan CBAN dan CPP membuktikan bahwa Kaltim dinilai sebagai yang terbaik dalam pelayanan publik,” jelasnya.
Kegiatan tersebut dijadwalkan dua hari sejak 3-4 April, diikuti sekitar 100 perserta dari 11 biro di lingkungan Setprov Kaltim. (yul/hmsprov)

///Foto : Mobil Samsat Keliling merupakan salah satu upaya Kaltim memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat terkait pembayaran pajak kendaraan bermotor.(dok/humasprov kaltim)
 

Berita Terkait
Government Public Relation