Lulusan F-MIPA Kimia Dapat Bekerja di Kawasan Industri

SAMARINDA-Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Kaltim Hj Halda Arsyad berharap lulusan Universitas Mulawarman (Unmul) dapat bekerja di kawasan industri di Kaltim, terutama yang berada di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Program Studi (Prodi) Kimia Industri.  
Menurut dia, lulusan F-MIPA Kimia Industri Unmul memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan kawasan industri di Kaltim. Apalagi, Kaltim memiliki visi dan misi untuk mewujudkan Kaltim sebagai pusat agroindustri dan energi terkemuka menuju masyarakat adil dan sejahtera.  
“Saya yakin lulusan Fakultas MIPA Program Studi Kimia Industri Unmul memiliki kemampuan untuk mendukung program pembangunan di daerah, terutama mewujudkan visi dan misi Kaltim. Karena itu, saya berharap lulusan tersebut dapat bekerja di kawasan industri yang tersebar di Kaltim, baik yang ada di Kutai Timur, Bontang, Balikpapan atau di Kutai Kartanegara,” kata Halda Arsyad usai memberikan Kuliah Umum Konsentrasi Kimia Industri di F-MIPA Unmul, Senin (21/10).  
Menurut dia, konsep pembangunan Pemprov Kaltim adalah membangun klaster industri berskala internasional dalam rangka meningkatkan nilai tambah, menciptakan lapangan pekerjaan dan peluang bisnis.  
Selain itu, Pemprov Kaltim juga siap menyediakan kawasan industri yang berdaya saing tinggi dengan dukungan insentif dan berbagai kemudahan, terutama dalam izin usaha dan keamanan pembangunan usaha.  
Ada tujuh pengembangan kawasan industri di Kaltim, yakni kawasan industri Kariangau Balikpapan, kawasan industri dan jasa Kota Samarinda, kawasan berbasis migas dan kondensat di Bontang, kawasan industri dan pelabuhan internasional (KIPI) Maloy di Kutai Timur, kawasan industri pariwisata di Derawan Kabupaten Berau, Delta Kayan Food Estate di Bulungan dan kawasan perbatasan RI-Malaysia. Kami berharap semua itu dapat dimanfaatkan lulusan F-MIPA Kimia Industri.  
Bukan hanya itu, peluang lain yang dapat dimanfaatkan lulusan F-MIPA Kimia Industri adalah industri mineral yang akan dikembangkan di Trans Kalimantan Economic Zone (TKEZ) di KIPI Maloy.  Menurut dia, kawasan tersebut dibangun secara integratif dengan memaksimalkan potensi yang tersedia dengan luas lahan pengembangan  mencapai 10.000 hektar.  
“Pelabuhan ini sebagai terminal untuk jalur kereta api yang sedang dibangun. Karena itu, saya yakin lulusan Kimia Industri Unmul mampu bekerja di sana,” jelasnya.  Dia berharap dengan program yang dilakukan Pemprov Kaltim mahasiswa Unmul, terutama F-MIPA Prodi Kimia Industri dapat mengambil peran dalam menyukseskan berbagai program pembangunan daerah.  (jay/hmsprov) 

//Foto: Halda Arsyad ketika menyampaikan materi kuliah umumnya pada mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Program Studi (Prodi) Kimia Industri. (jaya/humasprov kaltim).
 

Berita Terkait
Government Public Relation