Menteri PP dan PA, Yohana Yembesi ke Kaltim

Datang Langsung Blusukan, Buka Rakor, Lalu  Blusukan Lagi

 

BALIKPAPAN- Program pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di Kaltim nampaknya mendapat perhatian khusus Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP dan PA) Yohana Yembise. Meski setumpuk agenda masih menunggu di kementeriannya, menteri perempuan asal bumi Papua ini menyempatkan waktu untuk berkunjung ke Kaltim. 

Selain untuk membuka  Rapat Koordinasi Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana se-Kaltim, Menteri Yohana Yembise juga melakukan kunjungan ke lokasi-lokasi yang berkaitan dengan upaya perlindungan anak dan pemberdayaan perempuan.

Setelah beristirahat sejenak dan menyantap sajian makanan yang telah disiapkan di VIP Room Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan, setibanya dari Jakarta sekira pukul 4 sore, Menteri Yohana langsung tancap gas menuju  Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIa Balikpapan untuk memberi semangat para nara pidana (napi) perempuan dan anak-anak. 

Mendampingi blusukan Menteri Yohana dalam guyuran hujan di Kota Balikpapan itu, Wakil Gubernur Kaltim HM Mukmin Faisyal dan Walikota Balikpapan Rizal Efendi yang masing-masing didampingi istri. Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Kaltim, Ardiningsih pun selalu hadir dalam rombongan.

Di Lapas Balikpapan, Menteri Yohana Yembise mengingatkan agar Lapas anak dan perempuan dipisahkan dengan Lapas laki-laki. Para pembina di dalam Lapas juga diminta agar memperhatikan hak-hak anak dan membekali para  nara napi perempuan dengan keimanan dan berbagai keterampilan.

“Dimana pun anak itu berada, hak-hak mereka harus kita berikan. Termasuk juga di lapas. Ada 31 hak anak, diantaranya hak untuk bermain, berkreasi, berpartisipasi, berhubungan dengan orang tua bila terpisahkan dan hak untuk tumbuh berkembang,”   pesan Menteri Yohana, yang kemudian dilanjutkan dengan dialog dengan para napi anak dan perempuan.

Blusukan menteri Yohana berikutnya dilanjutkan ke Rumah Kreatif Balikpapan (RKB).  Hamper satu jam jam di rumah kreatif, Menteri Yohana nampak sangat  senang menyaksikan karya-karya ibu-ibu rumah tangga, bahkan diantaranya adalah penyandang disabilitas. Didampingi istri wakil gubernur, Menteri Yohana pun sedikit belajar membatik.  

Dia pun tertegun menyaksikan berbagai tumpukan kantong dan plastik bekas yang berhasil diolah menjadi tas dan boneka menarik . “Kalau saya punya waktu satu minggu, maka saya akan belajar membuat boneka di sini. Biar gak pusing ngurusin kantor terus,” canda Menteri Yohana disambut tawa para ibu di sekelilingnya. 

Selesai membatik dan berbelanja, Menteri Yohana pun melanjutkan kunjungan ke Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan dan Perlindungan Anak (P2TP2A) ”Sahabat Keluarga”.  Acara dilanjutkan malam harinya dengan membuka Rapat Koordinasi PP dan KB se-Kaltim 2015. Sedangkan pagi harinya, Menteri Yohana kembali menyaksikan pameran sejumlah  usaha kreatif yang dikerjakan para ibu rumah tangga dari beberapa wilayah di Kaltim. Kunjungan juga dilakukan ke Kelompok Desa Prima Bantuas untuk melihat karya para ibu di desa setempat dan juga mengunjungi Kampung Tenun di Samarinda Seberang yang sudah sangat dikenal.

Wagub Kaltim HM Mukmin Faisyal yang selalu mendampingi kunjungan Menteri Yohana ini mengatakan bahwa Pemprov Kaltim memiliki semangat yang sama dengan komitmen Kementerian PP dan PA untuk melindungi dan memberdayakan perempuan dan anak. Komitmen Pemprov sangat jelas dan tegas hingga Kaltim menjadi salah satu perhatian Menteri PP dan PA untuk dikunjungi karena dinilai berhasil membina dan memberdayakan perempuan, serta memiliki program-program yang baik untuk melindungi anak.

“Soal lapas anak misalnya. Sejak dulu ini sudah diserukan oleh Bapak Gubernur. Karena itu, segeralah buatkan surat permintaan untuk membuat lapas anak ini sehingga dengan dasar aspirasi itulah, maka kita tindaklanjuti,” kata Mukmin.

Terkait pengembangan usaha-usaha kreatif seperti yang sukses dilakukan Rumah Kreatif Balikpapan, Mukmin Faisyal meminta agar semangat untuk memberdayakan ibu-ibu rumah tangga ini juga dilakukan oleh para bupati dan walikota. “Pemprov Kaltim tentu akan sangat mendukung. Tapi tentu saja, semangat harus lebih kuat datang dari para kepala daerah. Kalau Balikpapan bisa, mengapa yang lain tidak bisa. Semua pasti bisa maju seperti RKB ini,” tegas Wagub. 

Sedangkan Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Kaltim Ardiningsih berharap agar setelah kunjungan Menteri PP dan PA ini, maka kelanjutan program-program  pusat di daerah benar-benar bisa mendapat perhatian, karena setiap daerah memiliki karakteristik yang berbeda-beda.

“Mudah-mudahan dukungan kementerian akan lebih baik ke depan, sebab Bu Menteri sudah melihat langsung, bagaimana Kaltim sangat serius dalam program-program pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak ini,” ujar Ardiningsih. (sul/hmsprov)

//Foto: Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP dan PA) Yohana Yembise memperhatikan cara pembuatan batik disaksikan Wagub HM Mukmin Faisyal. (samsul/humasprov kaltim).

 

 

Berita Terkait
Government Public Relation