Mewujudkan Visi Kaltim Menciptakan UMKM Berdayasaing

Foto : Dok.Humas

SAMARINDA - Kebijakan daerah dalam mendorong usaha mikro kecil menengah (UMKM) dan Koperasi sebagai upaya mewujudkan Visi Gubernur Kalimantan Timur 2018 – 2023, yaitu Berani untuk Kalimantan Timur  Berdaulat.

 

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan Koperasi (Disperindagkop) dan UMKM Kaltim Fuad Assadin mengungkapkan UMKM dan Koperasi didorong semakin berperan dalam pembangunan perekonomian daerah.

 

Melalui misi kedua menurut Fuad , Berdaulat dalam pemberdayaan ekonomi wilayah dan ekonomi kerakyatan yang berkeadilan. Serta sesuai Rencana Strategis (Renstra) Koperasi dan UKM Provinsi Kaltim dengan mendalami berbagai kondisi, permasalahan dan peluang.

 

"Sasaran pembangunan Koperasi dan UMKM Kaltim 2018-2023 akan datang adalah meningkatnya usaha ekonomi koperasi dan UMKM yang berdayasaing," paparnya.

 

Dengan menjalankan strategi peningkatan dayasaing UKM, lanjut  Fuad,  diarahkan pada peningkatan kapasitas kelembagaan UKM dengan menumbuhkan penggunaan teknologi informasi dan memfasilitasi pemberian bantuan modal usaha tanpa jaminan dengan pola kemitraan dan pendampingan.

 

"Sehingga sasaran peningkatan usaha ekonomi koperasi dan UKM sektor produksi terwujud. Melalui program-program penciptaan iklim koperasi dan usaha-usaha kecil dan menengah kondusif pada 2019 telah terealisasi melampaui target," ujarnya.

 

Diataranya, program penciptaan iklim dimana UKM naik kelas yang semula ditargetkan 100 UKM, mencapai melonjak menjadi 183 UKM. 

 

Demikian pula program pengembangan kewirausahawan kompetitif usaha kecil menengah, untuk kegiatan jumlah wirausahawan mandiri yang difasilitasi  ditargetkan 200 dicapai 217 wirausaha baru. 

 

"Program peningkatan kualitas kelembagaan koperasi, disamping tercapai beberapa target kegiatan, bahkan ada yang melampaui. Seperti kegiatan-kegiatan pembinaan, pengawasan dan penghargaan terhadap koperasi dari 100 unit tercapai 130 unit. Pelatihan manajemen koperasi dari target 990 orang tercapai 1.030 orang," sebutnya lagi.

 

Namun program ini, lanjut Fuad  ditemukan dua kegiatan yang masih memerlukan perhatian. Yakni, target pencapaian koperasi sehat dan target Koperasi yang harus melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT). 

 

"Walaupun terjadi peningkatan koperasi sehat, maupun pencapaian pelaksanaan RAT kenaikannya dinilai lambat. Juga upaya peningkatan pemasaran produksi, dan dorongan produksi ditengah mewabahnya Covid 19 saat ini," bebernya.

 

Karenanya, diupayakan melalui dorongan pemasaran online. Sebab penjualan melalui outlet menurun drastis kurang lebih 50 persen.

 

Ditegaskannya, Kaltim akan meningkatkan pemanfaatan peluang digital. Seperti diinformasikan East Venture Digital Competitiveness Index (EV-DCI), Kaltim memiliki peluang yang baik. 

 

EV-DCI adalah alat untuk memetakan kondisi ekonomi digital di seluruh wilayah Indonesia berdasarkan sembilan pilar (SDM, penggunaan dan pengeluaran ICT, perekonomian, kewirausahaan dan produktivitas, tenaga kerja, infrastruktur, keuangan, serta regulasi dan kapasitas pemda).

 

"Pilar-pilar tersebut terkait dengan ekonomi digital dan aspek pendukung yang secara tidak langsung mendukung pengembangan ekonomi digital," tandas Fuad.(mar/her/yans/humasprovkaltim)

Berita Terkait