Oktober, Samarinda Punya Jembatan Kembar

Progres Pembangunan dari Sisi Kota (foto Umar/Humasprov)

SAMARINDA. Kehadiran  Jembatan Kembar atau Jembatan Mahakam IV pastinya telah dinanti-nanti. Setiap yang melewati proyek pembangunan yang dikerjakan siang malam tersebut pasti sudah tak sabar ingin mengetahui rupa Jembatan ini.  Dan mungkin sebagian besar bertanya-tanya sudah sampai berapa persen progresnya, apakah tahun depan sudah bisa melewatinya?

Pembangunan jembatan tersebut memang sedang digeber. Kepala Bidang Bina  Marga Joko Setiono mengatakan target jembatan tersebut selesai pada Oktober mendatang.


Pembangunan Proyek yang terus digeber Siang dan Malam (foto Umar/Humasprov)

“Untuk jalan pendekat sisi kota  progresnya sudah 74 persen. Sedangkan jalan pendekat di sisi seberang sudah mencapai 53 persen. Setelah selesai pada Oktober, kemudian  pada Nopember dipersiapkan untuk evaluasi tim Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan untuk mengecek kelayakan jembatan tersebut," kata Joko Setiono pada rapat inventarisir permasalahan Proyek Strategis Nasional dan Daerah Kaltim, Rabu (2/5) lalu.  

Saat ini, lanjut Joko  kontraktor terus bekerja untuk penyelesaian pemasangan erection girder (pemasangan balok girder ke atas tumpuannya) dan pembangunan pilar jembatan  mulai dari pier 12 dan 13 dari bawah dan pilecap polding pendukung yang tingginya kurang lebih 80 meter.


 Progres Jembatan Kembar dilihat dari areal Pejalan Kaki di Jembatan Mahakam (foto Umar/Humasprov)


"Untuk mengejar target penyelesaian pembangunan jembatan kembar, kontraktor  telah menambah ponton service untuk  percepatan  perpindahan material rangka baja jembatan yang sudah disusun di darat secara parsial untuk diangkut ke lokasi  pembangunan bentang tengah, jadi ponton pilar 12 akan tetap standby, sementara ponton service yang akan bolak balik mengantar material rangka jembatan untuk dirakit kembali di atas sungai," ujarnya. 

Lebih dari 30 tahun sudah Jembatan Mahakam yang diresmikan 2 Agustus 1986 oleh Presiden Soeharto telah menjadi penghubung antara Samarinda Kota dengan Samarinda Seberang. Kemacetan kerap tak bisa dihindari terutama dalam waktu-waktu tertentu. Kehadiran kembarannya yang sudah hampir kelar pengerjaannya itu, tentulah akan disambut dengan penuh suka cita. (Yuv/Ni/TimhumasProv) 

 

Berita Terkait
Data Masih Kosong
Data Masih Kosong
Government Public Relation