Paguyuban Strategis Jaga Kerukunan

 

SAMARINDA - Kaltim tak ubahnya Indonesia mini. Semua suku dan agama ada di sini. Semuanya memiliki tekad yang sama untuk  menjaga kebersamaan, persatuan dan kesatuan diantara kemajemukan.  Mereka hidup berdampingan dengan  rukun dan damai. Kebersamaan dan kekompakan ini harus terus dijaga.

"Kita harus mewaspadai politik adu domba yang sengaja dimainkan oleh pihak-pihak tertentu untuk memecah belah bangsa. Oleh karena itu kerukunan dan toleransi beragama harus bisa kita jaga dengan baik," kata Awang Faroek Ishak pada silaturahmi Forkompinda Kaltim dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda dan media massa di Aula Makodam VI Mulawarman Balikpapan, Rabu (23/11).

Awang Faroek menambahkan, saat ini Kaltim  memiliki 7 forum dan puluhan paguyuban maupun organisasi masyarakat  yang berperan sangat aktif membantu pemerintah, kepolisian dan TNI untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban umum di Kaltim.

"Peran  forum,  paguyuban maupun organisasi masyarakat  sangat penting dan strategis dalam pembinaan kerukunan hidup antarumat beragama sehingga Kaltim tetap aman dan tidak terjadi konflik seperti  yang terjadi di daerah lain di Tanah Air," kata Awang Faroek.

Dia juga menjelaskan, Pemprov Kaltim terus berupaya membina kehidupan dan kerukunan hidup antarumat beragama guna terciptanya kehidupan masyarakat yang  seimbang dan selaras, sekaligus dapat mengatasi berbagai masalah sosial budaya sebagai dampak globalisasi dunia yang mungkin dapat merusak mental bangsa dan menghambat kemajuan umat beragama.

"Oleh karena itu terus perkuat jalinan tali silaturrahmi diantara sesama warga Kaltim yang multi etnis dan beragam budaya serta adat istiadat. Hal ini secara langsung akan mempengaruhi dan memberikan dampak yang positif bagi pergaulan kehidupan dalam keluarga, masyarakat, bangsa dan negara," paparnya. (mar/sul/humasprov)

Berita Terkait
Government Public Relation