Pajale Melalui Optimasi Lahan

Pajale Melalui Optimasi Lahan

 

Diperlukan upaya khusus (upsus) yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan dan elemen masyarakat dalam pengembangan komoditas padi, jagung dan kedele (Pajale) guna memenuhi kebutuhan serta ketersediaan pangan di daerah.

Upsus yang dilakukan selain pengembangan, pembangunan serta perbaikan jaringan irigasi tersier juga dilakukan upaya-upaya melalui kegiatan optimasi lahan khususnya pada sentra-sentra pertanian di setiap kabupaten.

Diantaranya, Kabupaten Kutai Kartanegara sekitar 450 hektar dan Penajam Paser Utara mendapat 500 hektare, Kutai Timur mencapai 1.675 hektare dan Kutai Barat mendapat 1.000 hektare serta Paser 667 hektare.

Pemprov Kaltim  melalui APBD Kaltim telah mengalokasikan berbagai kegiatan guna mendukung pencapaian swasembada pangan tersebut dengan kegiatan di Kutai Barat untuk 200 hektar dilakukan pengembangan jaringan irigasi sepanjang dua kilometer dan pembuatan pintu air sebanyak lima unit di Desa Jambuk Makmur Kecamatan Bongan.

Termasuk pengembangan jalan pertanian di Desa Muang Kedang dan jaringan irigasi Desa Penawai masing-masing sepanjang satu kilometer serta pembuatan pintu air sebanyak empat unit di Desa Muara Kedang.

Kabupaten Kutai Kartanegara untuk mendukung pengembangan padi 1.110 hektare dilakukan pengembangan jaringan irigasi di Desa Semangkok Kecamatan Marang Kayu, Desa Teluk Dalam Kecamatan Tenggarong Seberang, Desa Sabintulung Kecamatan Muara Kaman  dan Desa Sumber Sari Kecamatan Loa Kulu  masing-masing sepanjang dua kilometer.

Pengembangan jalan pertanian di Desa Sabintulung Kecamatan Muara Kaman, Desa Sumber Sari Kecamatan Loa Kulu, Desa Kota Bangun Seberang Kecamatan Kota Bangun dan Desa Wonotirto Kecamatan Samboja masing-masing sepajang satu kilometer termasuk pembuatan pintu air di Desa Kota Bangun Seberang sebanyak enam unit.

Kabupaten Kutai Timur untuk sawah seluas 550 hektare  melalui pengembangan jaringan irigasi  di Desa Cipta Graha Kecamatan Kaubun sepanjang satu kilometer serta Desa Bangun Jaya dan Desa Citra Manunggal Jaya Kecamatan Kaliorang masing-masing sepanjang dua kilometer.

Pengembangan jalan pertanian Desa Bangun Jaya dan Desa Citra Manunggal Jaya Kecamatan Kaliorang masing-masing sepanjang satu kilometer termasuk pembuatan pintu air sebanyak enam unit di Desa Bangun Jaya.

Kabupaten Paser untuk pengembangan padi seluas 800 hektar melalui kegiatan pengembangan jalan pertanian di Desa Padang Perapat Kecamatan Tanah Grogot, Desa Sebakung Taka Kecamatan Long Kali dan Desa Tepian Batang di Kecamatan Tanah Grogot masing-masing satu kilometer.

Pengembangan jaringan irigasi  di Desa Padang Perapat Kecamatan Tanah Grogot sepanjang dua kilometer dan optimasi lahan di Desa Sungai Tuak Kecataman Tanah Grogot seluas 150 hektare.

Samarinda untuk pengembangan padi dilakukan pengembangan jalan pertanian di Desa Giri Rejo Kecamatan Samarinda Utara dan Kelurahan Bukuan Kecamatan Palaran masing-masing sepanjang satu kilometer.

Pengembangan jaringan irigasi di Desa Giri Rejo Kecamatan Samarinda Utara sepanjang dua kilometer dan Kelurahan Bukuan Kecamatan Palaran sepanjang satu kilometer. Kabupaten Penajam Paser Utara seluas 190 hektare dilakukan kegiatan pengembangan jalan pertanian sepajang satu kilometer di Desa Sesulu Kecamatan Waru.

Kabupaten Berau seluas 250 hektare di desa Labanan Jaya Kecamatan Teluk Bayur dan Desa Tanjung Perangat Kecamatan Sambaliung dilakukan kegiatan pengembangan jaringan irigasi dan jalan pertanian masing-masing dua kilometer dan satu kilometer, khusus Desa Biatan Kecamatan  Biatan jalan pertanian satu kilometer.

Sementara itu di Kecamatan Long Hubung Kabupaten Mahakam Ulu lahan untuk mendukung pengembangan padi seluas 100 hektar dilakukan pengembangan jaringan irigasi sepanjang dua kilometer dan jalan pertanian mencapai satu kilometer. (tim humasprov kaltim).

Berita Terkait
Government Public Relation