Pariwisata Kaltim Harus Bangkit

SAMARINDA - Pelaksana Tugas Sekprov Kaltim  H Rusmadi,  mengatakan sudah saatnya dunia kepariwisataan di Kaltim  dibangkitkan dengan mengangkat seluruh potensi yang ada, baik obyek-obyek bersejarah, keindahan alam, produk kerajinan, produk kuliner, serta seni dan budaya tradisional maupun modern yang berciri dan bernuansa daerah masing-masing.

"Mari kita melakukan terobosan untuk kemajuan dunia kepariwisataan dengan mengenalkannya kepada wisatawan domestik maupun mancanegara. Bangun dan jaga semua potensi kepariwisataan. Hidupkan seni dan budaya ke dalam kemasan tujuan wisata, yang pada gilirannya akan memberikan dampak positif bagi pelestarian seni budaya kepada generasi muda, sekaligus akan dapat memberikan nilai keuntungan dan kesejahteraan bagi masyarakat secara luas," kata Rusmadi baru-baruu ini.

Rusmadi meminta agar berbagai kegiatan ataupun event yang sudah dilakukan dapat dievaluasi, termasuk pelaksanaan Festival Borneo 2015 maupun kegiatan  lainnya.

"Hal itu sangat penting, untuk mengetahui kekurangan sehingga perlu dilakukan perbaikan dan pembenahan khususnya mempersiapkan sarana dan prasana pendukung obyek wisata yang ada,"ujarnya. 

Dikatakan, Kaltim yang kaya beraneka ragam seni budaya, serta nilai-nilai luhur yang dijunjung tinggi oleh masyarakat, meliputi budaya pesisir, keraton dan pedalaman merupakan potensi pariwisata yang luar biasa dan bila dikembangkan dengan baik, maka akan menjadikan Kaltim sebagai destinasi wisata dunia di Indonesia.

"Pemprov Kaltim melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, maupun instansi terkait lainnya harus terus berupaya memajukan sektor kepariwisataan. Demikian halnya kabupaten/kota, tentunya bersama-sama Pemprov terus berkoordinasi guna melakukan pembenahan infrastruktur penunjang kepariwisataan di daerah,"ujarnya.

Ditambahkan, saat ini Kaltim sudah dikenal dengan sebagai salah satu destinasi wisata di Indoensia, dengan berbagai macam objek wisata unggulan, salah satunya adalah wisata bahari di Kepulauan Derawan dan sekitarnya. Selain itu, secara rutin setiap tahunnya pemprov maupun kabupaten/kota menggelar even atau festival budaya yang bertujuan memperkenalkan potensi pariwisata Kaltim.

Kepala Dinas Pariwisata Kaltim HM Aswin menuturkan akan membangun dan terus mengembangkan objek-objek wisata yang sudah ada antara lain Pulau Maratua, Kakaban, Derawan maupun Pulau Sangalaki untuk wisata bahari di Kabupaten Berau, Kutai Kartanegara untuk wisata budaya, di Kabupaten Paser sebagai wisata alam serta Long Bagun dan Long Apari untuk wisata adventure. Kegiatan promosi terus gencar dilaksanakan guna mengenalkan kekayaan dan potensi akan pesona keeksotisan Kalimantan Timur.

"Permasalahannya meskipun Kaltim memiliki potensi wisata yang sangat tinggi dan beragam, Kaltim hanya memiliki satu pintu masuk yang berada di Balikpapan sehingga mengakibatkan Kaltim seolah-olah terlihat kecil dari sudut wisatawan mancanegara. Hal ini tentunya akan menjadi penghambat percepatan pembangunan  Kalimantan Timur," jelas Aswin.

Akses transportasi menjadi hal penting untuk mempermudah peningkatan minat pengunjung untuk tidak hanya sekedar datang melainkan dapat berinvestasi guna percepatan pembangunan daerah. 

"Kita bersyukur,  karena sarana dan prasarana pendukung lainnya sudah terbangun, seperti adanya Bandara Maratua. Hal itu akan sangat menguntungkan, karena dapat mempermudah akses menuju obyek-obyek wisata  di Pulau  Maratua, Derawan, Sangalaki maupun pulau Kakaban. Daerah-daerah lainnya juga harus melakukan pembenahan," harap Aswin. (mar/sul/adv)

Berita Terkait
Government Public Relation