Pasar Murah Kurangi Beban Masyarakat

 

SAMARINDA - Sekprov Kaltim Dr H Rusmadi membuka pasar murah bagi masyarakat Samarinda, khususnya warga di sekitar tiga kelurahan yakni Kelurahan Bugis, Kelurahan Pasar Pagi dan Kelurahan Jawa. Pasar murah dilaksanakan di areal parkir belakang Gedung B Setprov Kaltim Jalan Gunung Semeru Samarinda. Pasar murah selain menjual berbagai kebutuhan sembako masyarakat, juga didukung pelayanan SIM dan STNK serta penukaran uang oleh Bank Indonesia.Kegiatan tersebut merupakan kerja sama Korpri Unit Setda, Biro Umum, Biro Ekonomi Setprov Kaltim dan distributor sembako di Samarinda.

 

Rusmadi mengatakan dengan adanya pasar murah diharapkan kebutuhan sembako masyarakat jelang lebaran tahun ini terpenuhi. Apalagi harga di pasar dadakan ini lebih murah dibanding pasar tradisional maupun mal. Kehadiran pasar murah ini sangat membantu khusunya bagi warga kurang mampu. "Terpenting, masyarakat tidak berlebih-lebihan menyikapi lonjakan harga. Masyarakat diminta tidak panik. Karena stok sembako kita aman," kata Rusmadi usai membuka pasar murah tersebut, Rabu (21/6).

 

Dia juga menegaskan hingga saat ini tidak ada lonjakan harga yang signifikan. Artinya kondisi harga aman terkendali di pasaran karena pemerintah terus berupaya mengendalikan harga dan stok barang hingga usai lebaran. "Masyarakat diharapkan tidak membeli kebutuhan pokok dengan berlebih-lebihan. Belilah secukupnya sehingga kebutuhan yang lain juga dapat terpenuhi dan jangan khawatir dengan stok sembako. Misalnya beras, gula dan minyak goreng masih ada untuk tiga hingga enam bulan ke depan," jelasnya.

 

Pantauan di lapangan, harga telur Rp40 ribu per piring. Daging es Rp100 ribu per kilogram. Telur Asin Rp10 ribu 3 butir. Emping Rp30 ribu per setengah kilogram, dimana  di pasar biasa Rp70 ribu perkilogram. Gula pasir Rp12.500 per kilogram. Minyak goreng tanpa merk Rp12.500 per liter. Sebanyak 30 stand meramaikan pasar murah ini. (jay/sul/es/humasprov)

Berita Terkait
Government Public Relation