Pelatihan Kewirausahaan, Cabe Gabus Sampai Luar Negeri

Kepala Disnakertrans Kaltim H Abu Helmi (duduk kemeja putih) dan Kepala UPTD PPD Hj Hetty bersama para peserta pelatihan kewirausahaan. (samsul/humasprov)

 

SAMARINDA - Pelatihan kewirausahaan bagi pemula kembali dilakukan jajaran UPTD Pengembangan Produktivitas Daerah (PPD) Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kaltim. Kali ini pelatihan dilaksanakan untuk dua angkatan dengan masing-masing 20 peserta. "Peserta pelatihan ini datang langsung ke kantor untuk mendaftar, setelah membaca informasi yang kami sebarkan melalui media sosial. Setidaknya ini bekal yang baik, karena motivasi kuat untuk belajar itu datang dari dalam mereka sendiri," kata Kepala Disnakertrans Kaltim H Abu Helmi usai membuka Pelatihan Kewirausahaan Bagi Pemula Angkatan III dan IV di UPTD PPD Disnakertrans Kaltim, Senin (9/4).

 

Peserta pelatihan ini berasal dari beragam latar belakang usaha seperti kuliner dan jasa. Namun beberapa dari mereka ada juga yang belum memiliki usaha dan bermaksud untuk belajar manajemen produktivitas terlebih dulu melalui pelatihan ini sebelum memulai usaha.

 

Berbeda dari pelatihan kewirausahaan yang biasanya dilaksanakan, di sini peserta dikenalkan dengan berbagai teori manajemen produktivitas, ditambah dengan ilmu-ilmu pembukuan dan pencatatan, hingga cara yang benar untuk menghitung harga pokok produksi, menentukan harga jual dan menghitung laba/rugi. "Secara teknis kami tidak mengajarkan bagaimana membuat produk. Tetapi kami ajarkan bagaimana merancang usaha yang produktif, kreatif dan menarik. Mereka juga sudah mengerti, mana biaya produksi, mana urusan rumah. Tidak bisa dicampur-campur, harus dicatat dan dihitung jelas," sambung Abu Helmi didampingi Kepala UPTD PPD Hj Hetty.

 

Peserta pun sangat senang dengan model pelatihan yang mereka terima. "Ternyata, kemarin itu saya banyak salah hitung. Alhamdulillah sekarang jadi tahu bagaimana membuat pembukuan dan membuat laporan rugi laba yang benar," kata Hernita.

 

Beda lagi dengan Sudirman. "Di sini saya bertemu dengan teman-teman. Mendengar ada direct call yang diresmikan Pak Gubernur beberapa hari lalu, kami juga ingin seperti mereka. Kami ingin membuat cabe gabus yang laku bukan hanya di pasar nasional. Mimpi kami cabe gabus ini akan kita jual sampai ke luar negeri," harapnya. (sul/humasprov)

Berita Terkait
Government Public Relation