Pembukaan Gelar TTG Kaltim ke-3

Pengembangan TTG Harus Bermanfaat Bagi Rakyat

SANGATTA - Pengembangan  teknologi tepat guna (TTG) yang ditampilkan setiap tahun dalam Gelar TTG di provinsi maupun kabupaten diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremoni semata, tetapi harus mampu memberikan manfaat besar bagi peningkatan nilai tambah ekonomi masyarakat.

“Pengembangan TTG jangan hanya seremoni. Pengembangan TTG harus dirasakan betul manfaatnya oleh masyarakat,” kata Wakil Gubernur (Wagub) Kaltim HM Mukmin Faisyal HP usai membuka Gelar TTG ke-3 Tingkat Provinsi Kaltim di Graha Expo Center Kutai Timur, Rabu (29/7).

Mukmin menjelaskan, Pemprov sangat mendukung gelaran TTG agar pengembangan teknologi yang diciptakan bisa diketahui masyarakat luas dan memberi manfaat lebih besar. Sedangkan pemprov memberi bantuan untuk pengembangan alat teknologi yang diciptakan.

Pengembangan TTG secara lebih maksimal diyakini Wagub Mukmin Faisyal akan membantu menyiapkan para pelaku usaha Kaltim untuk dapat bersaing di pasar global dalam era perdagangan bebas ASEAN atau Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

“Apa yang kami lakukan saat ini adalah bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat, terutama pelaku usaha kecil dan menengah," jelas Mukmin. 

Mukmin juga berharap agar Gelar TTG ini dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan motivasi dan  jaringan komunikasi yang baik antara pencipta dan pengguna TTG. Melalui kemitraan dan dan komunikasi yang baik diharapkan berdampak positif terhadap pengembangan usaha.

Berkaitan dengan strategi pengembangan dan pemasaran, Wagub Mukmin  meminta agar TTG tidak hanya mengandalkan satu produk unggulan saja. Pengembangan  berbagai produk unggulan akan menjadi daya tarik masyarakat luar untuk berkunjung ke Kaltim.

”Kualitas teknologi harus ditingkatkan. Karena itu, perlu kreatifitas dan peningkatan kualitas  SDM agar pengembangan TTG benar-benar menguntungkan masyarakat,” jelasnya.

Sementara Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman berharap pengembangan TTG oleh pelaku usaha di daerah hendaknya mendapatkan legalitas yang kuat. Perlu ada hak cipta sehingga apa yang diolah diakui masyarakat luas. 

”Kita banyak menghasilkan teknologi, mulai dari teknologi yang bisa membuat minyak tanah dari bahan plastik hingga alat pemanjat pohon kelapa yang tidak perlu menggunakan kekuatan fisik. Tetapi, hak paten itu tidak ada. Ini harus jadi perhatian kita," kata Ardiansyah. 

Penyelenggaraan Gelar TTG diisi 60 stand expo dari berbagai pelaku usaha UMKM se-Kaltim, UMKM binaan SKPD lingkungan Pemprov Kaltim maupun Kabupaten/Kota serta perguruan tinggi.

Kegiatan tersebut juga diikuti 40 pedagang kaki lima (PKL). Gelar TTG Tingkat Provinsi dilaksanakan 29-31 Juli 2015 dipusatkan di Graha Expo Center Bukit Pelangi Kutai Timur. Ajang ini sekaligus menjadi evaluasi menuju ajang serupa tingkat nasional yang akan digelar di Provinsi Nangro Aceh Darussalam, Oktober mendatang. (jay/sul/es/HmsProv).

//FOTO : Wakil Gubernur Kaltim HM Mukmin Faisyal HP(tiga dari kanan) menekan tombol sirine sebagai tanda dimulainya pelaksanaan gelar teknologi tepat guna.(norjaya/humasprov)

Berita Terkait
Government Public Relation