Pemprov Bangun Pasar Tradisional di Kubar

Pemprov Bangun Pasar Tradisional di Kubar

PENYINGGAHAN - Pemprov Kaltim melalui Disperindagkop dan UMKM Kaltim tahun ini membangun lima pasar tradisional di Kutai Barat.  Pasar tradisional akan dibangun Kecamatan Penyinggahan, Muara Pahu, Manar Bulan, Tering dan Long Iram. Kehadiran pasar tradisional tersebut diharapkan dapat membantu mempercepat pertumbuhan ekonomi kawasan setempat.    

"Kehadiran pasar ini diharapkan mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi dan pembangunan daerah pesisir dan terpencil, seperti Kecamatan Penyinggahan dan Muara Pahu. Konsumen dan produsen akan bertemu di sini," kata Kepala Disperindagkop dan UMKM Kaltim HM Djailani usai pemancangan tiang pertama pembangunan pasar tradisional di Kecamatan Penyinggahan, Rabu (5/3). Pemancangan tiang pertama juga dilakukan di Kampung Tanjung Laong, Kecamatan Muara Pahu.

Pembangunan tersebut tahun ini hanya dilakukan di Kutai Barat. Namun, untuk tahun berikutnya akan dilakukan di kabupaten yang lain, yang dinilai layak dibangun pasar tradisional, diprioritaskan daerah tertinggal.  Pembangunan pasar tradisional tersebut merupakan bagian dari program kerja 100 hari Gubernur Kaltim. 

“Setelah berdirinya pasar ini, diharapkan ke depan pemerintah kecamatan dan masyarakat setempat dapat mengelola  pasar tersebut dengan baik,” jelasnya.

Sementara itu, Camat Penyinggahan Mas’ud Nurdin sangat senang, karena ke depan Penyinggahan akan memiliki pusat pertemuan antara pembeli dan penjual melalui pasar tradisional yang akan dibangun.

“Apalagi, jika jalan dari Kecamatan Penyinggahan bisa tembus ke Muara Pahu, maka akan lebih baik. Karena tidak menutup kemungkinan orang dari luar Penyinggahan bisa menjual hasil pertanian dan perikanannya di pasar ini. Baik dari Tenggarong, Kota Bangun dan Muara Pahu bisa berjualan di sini. Sebab, saat ini pasar yang ada cuma sekedar pasar mingguan, seperti pasar malam,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Ketua Adat Penyinggahan H Kamarud Zaman mengatakan sangat mendukung pembangunan di daerah mereka. Kehadiran pasar tradisional akan mendorong daerah itu kian maju, apalagi jika diimbangi dengan pembangunan jalan yang menghubungkan Kecamatan Penyinggahan dengan Kecamatan Muara Pahu.

“Saya yakin penghasilan masyarakat akan lebih meningkati. Apalagi masyarakat di sini lebih banyak bekerja di bidang perikanan dan pertanian. Diharapkan hasil pertanian dan perikanan mereka dapat dipasarkan di tempat ini, sehingga ekonomi masyarakat juga meningkat dan kami betul-betul merasa terbantu,” kata Kamarud Zaman

Sedangkan Camat Muara Pahu Nanang Ardani mengatakan pembangunan pasar tradisional di Muara Pahu akan mempersatukan masyarakat setempat untuk saling berinteraksi dengan pertumbuhan ekonomi yang akan terus bergerak positif.

“Kami sangat mendukung pembangunan pasar ini, karena selain dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat, juga dapat membantu penjualan produksi hasil usaha masyarakat. Karena ada beberapa potensi yang dimiliki masyarakat di daerah ini, yakni kerajinan rotan dan perikanan. Dengan adanya pasar, produksi hasil perikanan dan kerajinan masyarakat akan lebih mudah dipasarkan sehingga meningkatkan penghasilan sehari-hari,” harapnya.

Komentar senada dilontarkan Kepala Adat Muara Pahu Awang Ardiansyah. Dia bahkan menyampaikan ucapan terima kasih atas bantuan Pemprov Kaltim tersebut.

“Kami bersyukur, karena masyarakat dibangunkan pasar yang presentatif, sehingga penjual dan pembeli bisa lebih sering berinteraksi," harapnya. (jay/sul/hmsprov)

//Foto: Kadisperindagkop dan UMKM Kaltim HM Djailani di hadapan Kepala Adat Penyinggahan H Kamarud Zaman melakukan penancapan tiang pembangunan pasar tradisional yang dialokasikan pembangunannya melalui Pemprov Kaltim. (jaya/humasprov kaltim).

 

Berita Terkait
Government Public Relation