Pemprov Siap Bantu Tanggulangi Banjir


 

Bappeda Sidak Penyebab Banjir Samarinda

SAMARINDA - Menindaklanjuti inspeksi mendadak (sidak) Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak ke  sejumlah titik banjir di Kota Samarinda, beberapa hari lalu, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kaltim langsung melakukan aksi turun ke lapangann guna melihat langsung penyebab terjadinya banjir di ibukota provinsi Kaltim tersebut.

Sejumlah titik yang menjadi perhatian adalah kawasan Jalan P. Suryanata, Jalan P. Antarasi dan Jalan DI Panjaitan. Aksi turun langsung ke titik yang diduga menjadi penyebab banjir dipimpin Kepala Bappeda Kaltim Ir H Zairin Zain. Hadir dalam aksi tersebut jajaran Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat,  Bidang Sumber Daya Alam,  jajaran  Balai Wilayah  Sungai (BWS) Kalimantan II dan  konsultan  BWS  yang menangani masalah banjir. 

Zairin Zain menjelaskan, sidak menghasilkan sejumlah titik yang menjadi langganan banjir yaitu Jalan P. Antasari termasuk anak sungai Karang Asam yang tembus ke Sungai Pasar Ijabah, Teluk Telong Samarinda. Peninjauan juga dilakukan ke Polder Gang Indra. 

"Kita melihat banyak sekali bottleneck (penyempitan) dan penyumbat aliran air yang akan masuk ke Sungai Mahakam, sehingga pasca hujan deras daerah Antasari dan Surnayata maupun Panjaitan pasti dilanda banjir.  Semua itu karena saluran air tidak lancar," kata Zairin Zain  usai sidak ke beberapa titik  langganan banjir di Kota Samarinda, Jumat (13/1).   

Guna mengurangi terjadinya banjir tersebut, Bappeda Kaltim perlahan akan membersihkan alur Sungai Karang Asam Kecil, terutama jamban-jamban yang sifatnya menggunakan batang di tengah sungai akan dihilangkan dengan membantu membangunkan fasilitas mandi cuci kakus (MCK) di darat agar aliran sungai bisa lancar.          

Selain itu, lanjut Zairin, tiang-tiang rumah warga yang masuk ke sungai yang jumlahnya sangat banyak harus dibongkar. Untuk hal ini, Pemprov Kaltim akan bekerjasama dengan Pemkot Samarinda. 

"Kita tidak mau bicara di dalam rapat saja tetapi tidak ada realisasinya. Oleh karena itu 2017 ini kita akan mulai action untuk membantu Kota Samarinda  menuntaskan masalah banjir, terutama di daerah Suryanata, dan Antasari dengan mengaktifkan kembali Polder Gang Indra," papar Zairin. 

Menurutnya, Polder Gang Indra fungsinya adalah menampung air,  kemudian kalau hari tidak hujan, airnya akan dipompa keluar ke Sungai Mahakam. Tetapi saat ini pompa itu tidak berfungsi sehingga air yang ada di dalam folder tersebut tidak akan pernah berubah karena tidak ada pembuangan walaupun ada pintu airnya.

"Hal ini yang akan kita minta kepada Walikota Samarinda untuk dapat mengoperasikan pompa air Polder Gang Indra, sehingga dengan begitu dapat mengurangi terjadinya banjir," katanya.    

Sementara di Jalan DI Pandjaitan, lanjut Zairin,  juga terdapat  beberapa hambatan, dimana di daerah tersebut ada sungai  cukup besar yang lebarnya tiga meter di belakang jalan, namun air dari jalan menuju sungai tersebut terhalang oleh tiang rumah warga, sehingga alirannya tidak maksimal dan apabila hujan pasti daerah tersebut tergenang air.

"Oleh karena itu, kita akan upayakan untuk memperlancar aliran air dengan menyodet beberapa jalan yang akan dipotong untuk mengeluarkan air sebelah baratnya, terutama dari wilayah Mugirejo, sehingga dengan begitu air bisa lancar dalam upaya meminimalisir terjadinya banjir. Walaupun kita tidak bisa menyelesaikan secara tuntas, tatapi upaya akan terus kami lakukan untuk mengurangi banjir di Samarinda," pungkas Zairin. (mar/sul/ri/humasprov)

Berita Terkait