Pemprov Siap Selesaikan Persoalan SMAN 10

Pemprov Siap Selesaikan Persoalan SMAN 10

 

SAMARINDA - Pemprov Kaltim melalui Dinas Pendidikan akan segera menuntaskan permasalahan yang masih tersisa dari pengelolaan SMAN 10 Samarinda. Dengan membentuk tim yang dipimpin Asisten Kesejahteraan Rakyat Pemprov Kaltim H Bere Ali.

Tim tersebut bertugas memroses penyelesaian asset yang kini statusnya pinjam pakai. Setelah ditertibkan, maka pemerintah tidak boleh lagi meminjamkan asset tersebut kepada swasta.

“Tindak lanjut dari Pemprov Kaltim sudah ada, yaitu telah membuat tim untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi. Karena itu, Pemprov Kaltim akan melakukan pencabutan status tersebut sesuai aturan perundang-undangan,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kaltim Musyahrim usai mengunjungi SMAN 10 Samarinda bersama Komisi IV DPRD Kaltim di Samarinda, Selasa (18/11).

Dengan adanya tim ini, maka Pemprov Kaltim akan menata ulang pengelolaan sekolah tersebut, termasuk pengelolaan asset. Sementara, mengenai siswa yang menjalani pendidikan di sekolah tersebut masih tetap melaksanakan proses belajar mengajar seperti biasa.

Menurut dia, hal itu pula yang disarankan DPRD Kaltim melalui Komisi IV agar Pemprov Kaltim sesegera mungkin menyelesaikan permasalahan tersebut.

“Seluruh anggota Komisi IV DPRD Kaltim telah meninjau kondisi pengelolaan sekolah tersebut. Mereka menyarankan agar permasalahan sekolah ini segera diselesaikan, sehingga proses belajar mengajar siswa juga tidak terganggu. Karena, sekolah ini merupakan asset pemerintah untuk mencetak generasi muda berkualitas di masa depan,” jelasnya.

Komisi IV DPRD Kaltim menegaskan, pengelolaan sekolah tersebut dikelola oleh pemerintah bukan swasta lagi, yakni sama seperti sekolah-sekolah yang lain. “Jadi, tahun ini Komisi IV DPRD Kaltim berharap segera diselesaikan masalah itu dan Pemprov Kaltim telah melakukan proses tersebut,” jelasnya.

Melihat tujuan awal dari pembangunan sekolah tersebut adalah untuk membina dan mendidik generasi muda Kaltim agar menjadi lulusan yang berkualitas sesuai kompetensi yang dimiliki, khususnya yang baru lulus Sekolah Menengah Pertama (SMP) agar melanjutkan pendidikan SMA di sekolah tersebut.

Sekolah ini merupakan sekolah unggulan di Kaltim yang menerima calon siswa yang memiliki kompetensi terbaik ketika lulus SMP dari masing-masing kabupaten/kota. Dengan pengelolaan baru, diharapkan tidak ada lagi persoalan seperti yang selalu terjadi sebelumnya.  (jay/sul/es/hmsprov)

Berita Terkait