Pemprov Tekan Angka Kemiskinan dan Pengangguran

Laksanakan Program Pembangunan Pro Rakyat

SAMARINDA – Selama kurun waktu lima tahun terakhir Pemprov Kaltim di bawah kepemimpinan Gubernur Awang Faroek Ishak dan jajarannya terus berupaya melaksanakan program pembangunan pro rakyat. Beberapa sektor menjadi prioritas pembangunan, antara lain soal pendidikan dan kesehatan serta pelayanan publik.
Termasuk upaya untuk menekan dan mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan. Jika TPT (Tingkat Pengangguran Terbuka) pada 2008 masih 11,11 persen, hingga posisi Februari 2013 turun menjadi 8,87 persen. Meskipun belum mencapai target RPJMD 2009-2013, yakni 7,42 persen, namun itu disebabkan pertumbuhan penduduk Kaltim yang tinggi terutama karena pertumbuhan migran yang jauh melampaui pertumbuhan alami.
“Karena itu, pengendalian jumlah penduduk, percepatan pembangunan infrastruktur yang berkualitas dan kondisi Kaltim yang aman dan damai perlu terus dilanjutkan,” ujar Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak akhir pekan lalu di Samarinda.
Sementara itu, persentase penduduk miskin selama lima tahun juga terus mengalami penuruna. Pada 2008 angka kemiskinan di Kaltim sebesar 9,51 persen, dan pada 2013 menurun menjadi 6,06 persen. Capaian kinerja penangulangan kemiskinan ini, telah melampaui target RPJMD 2009-2013 sebesar tujuh persen dan RPJM Nasional 2014 sebesar 8-10 persen, bahkan melampaui target MDGs 2015 yang sebesar 7,5 persen.
Hal itu juga diiringi dengan penurunan jumlah Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) yang selama lima tahun ini menunjukkan hasil signifikan, yaitu 92.520 orang pada 2008 dan menurun tajam menjadi 19.330 orang. Dengan tingkat penurunan angka PMKS mencapai 89,56 persen.
Tidak ketinggalan kemajuan di bidang kesehatan dan gizi. Hal itu dapat dilihat dari angka harapan hidup rata-rata penduduk Kaltim 2012 mencapai 71,61 tahun, lebih tinggi dibanding rata-rata nasional. Sementara pada 2008 angka harapan hidup 70,80 tahun.
Jumlah balita yang berstatus gizi buruk relatif rendah yaitu sebesar 0,3 persen serta persentase balita yang kelahirannya di tolong oleh tenaga medis sebesar 79 persen. Hal ini menempatkan Kaltim pada peringkat kelima Indeks Tingkat Hidup secara nasional.
Bidang pendidikan, Kaltim mengalami kemajuan dengan telah dibuatnya Perda Nomor 03 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan Provinsi Kalimantan Timur. Pemprov Kaltim juga mengalokasikan 20 persen dari anggaran APBD, sementara itu Program pendidikan antara lain diwujudkan dalam Program “Kaltim Cemerlang“ (Cerdas, Merata, Prestasi Gemilang) dan Program Wajib Belajar 12 Tahun.
Peningkatan kualitas/mutu pendidikan diantaranya melalui pengembangan pendidikan khusus, penambahan penghasilan guru (insentif), BOSDA, serta meningkatkan kompetensi dan kualifikasi guru. Pemprov juga memberikan beasiswa bagi pelajar dan mahasiswa yang hingga 2013 mencapai 187.000 penerima.
Angka tersebut merupakan pemberian beasiswa terbesar di Indonesia, sehingga Kaltim menerima penghargaan Museum Rekor Indonesia (MURI)yang diterima Gubernur bertepatan dengan Kaltim Summit II di Balikpapan 30-31 Juli 2013.
Selain itu, angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebagai indikator peningkatan kualitas SDM juga meningkat, IPM Kaltim pada 2008 adalah 74,52 dan meningkat menjadi 76,22 pada 2011 atau di atas IPM nasional sebesar 72,77 pada 2011 dan menempati urutan kelima IPM tertinggi secara nasional. (her/hmsprov)

 

///Foto : Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak saat menyerahkan bea siswa sebagai upaya meningkatkan SDM Kaltim yang berdaya saing untuk merebut pasar kerja.(fajar/humasprov kaltim)


 

Berita Terkait
Government Public Relation