Pemprov Tingkatkan Fasilitas Pelayanan Kesehatan
SAMARINDA-Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak mengatakan, Pemprov Kaltim sangat menyadari, salah satu kebijakan pembangunan yang perlu mendapat perhatian serius adalah peningkatan pelayanan kesehatan bagi seluruh warga Kaltim. Salah satu upaya yang intensif dilakukan adalah dengan meningkatkan fasilitas dan pelayanan kesehatan. 
Harus menjadi kesadaran bersama bahwa kesehatan merupakan sarana mutlak untuk meningkatkan produktivitas dan prasyarat utama untuk membentuk sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas.  
"Peningkatan fasilitas dan pelayanan kesehatan itu dilakukan dengan meningkatkan anggaran pembangunan bidang kesehatan melalui APBD Provinsi. Jika pada 2009 sebesar 8,56 persen dan meningkat menjadi 9 persen dari total APBD  Kaltim Rp13 triliun," kata Gubernur Awang Faroek Ishak diwakili Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan drg Suharsono pada Wisuda Akademi Farmasi Samarinda Angkatan X di Samarinda, Sabtu (14/9).   
 
Perhatian Pemprov Kaltim juga ditunjukkan dengan peningkatan jumlah rumah sakit.  Saat ini, jumlah rumah sakit di Kaltim hingga 2013 mencapai  51 unit, terdiri dari rumah sakit umum daerah 16 unit, rumah sakit swasta 13 unit, rumah sakit TNI 5 unit, rumah sakit BUMN 2 unit dan rumah sakit khusus 15 unit.  Sampai dengan semester I 2013, jumlah rumah sakit yang terakreditasi mengalami peningkatan  sebanyak 22 buah. 
"Keberhasilan wisudawan Akademi Farmasi Samarinda, tentunya   menjadi salah satu bagian penting untuk mendukung terlaksananya pembangunan bidang kesehatan,"ungkapnya.  
Menurut Awang, keberadaan Akademi Farmasi di Kaltim sangat penting dan strategis dalam rangka melahirkan para lulusan yang akan mendukung terwujudnya pencapaian target-target MDGs. Upaya penjabaran pelaksanaan MDGs tersebut dituangkan ke dalam Rencana Strategis Dinas Kesehatan Kaltim sebagai leading sektor pembangunan bidang kesehatan.  
Dalam kaitan itu pula, gubernur mengharapkan agar pihak yayasan dan pengelola serta Civitas Akademika Akademi Farmasi Samarinda, dapat menjalin kerjasama dengan pihak lain termasuk pemerintah daerah, perusahaan dan kalangan masyarakat lain dalam penyelenggaraan pendidikan.  
"Semoga dengan banyaknya para pihak yang peduli pada perguruan tinggi ini, maka Akademi Farmasi Samarinda makin bermutu dan menjadi kebanggaan masyarakat. Sementara itu, Pemprov Kaltim akan berusaha memberikan dukungan seperti halnya yang selama ini ditujukan pada setiap perguruan tinggi di daerah ini," demikian Awang Faroek Ishak. (sar/hmsprov).
 
Foto: Wisudawan Akademi Farmasi Samarinda diharapkan dapat mendukung pembangunan bidang kesehatan di Kaltim. (sarjono/humasprov).
Berita Terkait