Pemrpov Terus Berupaya Capai Tujuan Otda

 Utamakan Peningkatan Pelayanan Publik dan Kesejahteraan Masyarakat

 

SAMARINDA – Pemprov Kaltim terus berupaya meningkatkan berbagai bidang pembangunan, khususnya pembangunan infrastruktur untuk menggerakkan ekonomi di pusat-pusat pertumbuhan atau kawasan industri dengan membangun jalan tol, jembatan, Bandara dan pelabuhan, perbaikan prasarana dan sarana perhubungan untuk memecah keterisolasian wilayah serta peningkatan pelayanan kebutuhan dasar.

Hal itu diungkapkan Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak dalam sambutan tertulis yang disampaikan Sekprov Kaltim Dr H Irianto Lambrie, pada Rapat Koordinasi (Rakor) III Program Monitoring dan Evaluasi Otonomi Daerah (Monev Otda) Jawa Post Institute of-Pro Otonomi (JPI) Area Kaltim, di ruang serba guna Ruhui Rahayu, Senin (28/1).

“Pemprov Kaltim  dan Pemerintah Kabupaten/Kota se-Kaltim pada prinsipnya, akan terus berusaha mencapai sasaran bidang pembangunan lainnya yang belum terwujud, karena otda akan terus berlanjut, dan kita akan terus berupaya agar hasil-hasil pembangunan juga kian membaik dan dapat dirasakan oleh masyarakat,” kata Irianto.

Berkaitan dengan program monitoring dan evaluasi implementasi Otda ini, Gubernur meminta kepada para Bupati/Walikota se-Kaltim agar dapat memberikan kemudahan dan membantu tugas-tugas para peneliti dari JPIP Kaltim, dengan cara membuka akses seluas-luasnya terhadap data-data penilaian yang diperlukan.

“Pada sisi lain, dalam melakukan monitoring dan evaluasi para peneliti hendaknya bertindak secara jujur dan obyektif, sehingga hasilnya benar-benar dapat memberikan potret secara utuh tentang implementasi Otda. Hasil dari penelitian tersebut tentu sangat berguna bagi seluruh pemangku kepentingan untuk melakukan perbaikan di masa yang akan datang,” ucapnya.

Sesuai dengan amanat dari Mendagri Gamawan Fauzi, terdapat beberapa hal yang perlu dicermati dan ditindaklanjuti terkait upaya mencapai tujuan otda yakni, strategi dan program yang inklusif, merata dan berkeadilan dengan dukungan kualitas kepemimpinan (leadership) yang efektif dan bertanggung jawab di setiap tingkatan pemerintahan.

Kemudian, kebersamaan serta sinergi positif diantara semua stakeholders, kontribusi dan dukungan masyarakat luas, integritas dan etika profesionalisme pemimpin dan pelaku pembangunan, serta lingkungan yang kondusi.

“Pembangunan akan dapat berjalan dengan baik jika seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat dapat saling bersinergi sehingga perjalanan mencapai tujuan otda dapat dilaksanakan dengan baik. Kita juga harus mampu untuk memanfaatkan berbagai kesempatan dan menjawab setiap tantangan pembangunan dengan program yang tepat, cerdas dan efektif,” jelasnya.

Pada Rakor yang mengangkat tema “Evaluasi Otda dan Grand Design Pemekaran Provinsi, Kabupaten dan Kota se Kaltim 2013”, Irianto menambahkan, Otda memiliki korelasi positif terhadap peningkatan pelayanan publik dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Seperti diketahui, indikator keberhasilan pelaksanaan Otda di suatu daerah adalah pendapatan, pendidikan dan kesehatan.

“Pemprov sejak 2009 dengan nilai APBD yang terus meningkat signifikan, terus berusaha untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, yakni sandang, pangan dan papan, yang didalamnya termasuk peningkatan pendapatan, peningkatan kualitas pendidikan dan pelayanan kesehatan, pengentasan kemiskinan dan pengurangan tingkat pengangguran,” tambahnya.

Hal itu, menurut Irianto, terlihat dari indikator kinerja utama capaian pembangunan Kaltim selama empat tahun terakhir, dimana Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kaltim menempati peringkat kelima nasional dengan nilai 76,22 pada 2011.

Sebelumnya, Ketua JPIP Area Kaltim, Sofyan Maskur, melaporkan Rakor III Monev Otda JPIP Kaltim kali ini dihadiri Sekda, Bappeda, Dispenda, Bagian Ekonomi dan Bagian Humas kabupaten/kota se Kaltim. Sedangkan dari provinsi dan instansi vertikal, yaitu Bappeda, Dispenda, Biro Ekonomi, Biro Pemerintahan, Biro Humas dan Protokol, Balitbangda, BPS dan Bank Indonesia. Juga hadir perwakilan dari Unmul, UWGM, Bankaltim dan Perusda MBS.(her/hmsprov).

Foto : Sekprov Kaltim Dr H Irianto Lambrie menerima buku manual mutu Monev Otda JPIP Kaltim yang diserahkan Ketua JPIP Area Kaltim Sofyan Masykur.(fajar/humasprov kaltim)

Berita Terkait