Pemuda Harus Memiliki Semangat Kewirausahaan

Pemuda Harus Memiliki Semangat Kewirausahaan

 

SAMARINDA – Pemuda harus mampu mengeksploitasi potensi diri terutama membangun jiwa dan semangat kewirausahaan. Khususnya mengembangkan diri agar mampu bekerja keras, berdisiplin serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek).

“Pemuda harus berdaya saing tinggi yakni generasi yang bekerja keras dan berdisiplin tinggi serta menguasai iptek,” kata Asisten Kesejahteraan Rakyat H Bere Ali saat mewakili Gubernur Kaltim pada Pelatihan Kewirausahaan Pemuda di Samarinda, Senin (28/9).

Menurut Bere, Indonesia memiliki banyak keunggulan tetapi kelemahan masyarakat, utamanya generasi muda adalah tidak mau bekerja keras dan tidak memiliki disiplin serta lemah dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Diharapkan para pemuda sebagai generasi penerus wajib memiliki semangat untuk merevolusi diri dengan tekad membangun jiwa bekerja keras, disiplin tinggi dan berupaya terus meningkatkan wawasan serta ilmu pengetahuan. 

Selain itu, pemuda yang berjiwa kewirausahaan serta berdaya saing tinggi yakni pemuda yang mampu berinovasi dan kreatif. Juga, pantang menyerah apabila mengalami kegagalan, sebab kegagalan itu merupakan langkah awal seseorang untuk meraih keberhasilan.

“Keunggulan bangsa lain itu karena mereka mampu bekerja keras dan pantang menyerah serta berdisiplin tinggi termasuk dalam penegakan hukum. Inilah modal utama generasi muda kita jika ingin sukses dalam meniti karir hidup,” jelas Bere Ali.

Dia menambahkan era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) mau tidak mau akan berlaku dan berimbas pada persaingan kemampuan dan kualitas SDM. Maka, kondisi ini harus segera diantisipasi khususnya generasi muda Kaltim agar lebih kreatif dan inovatif.

Sementara itu Kepala Bidang Kewirausahaan Dinas Pemuda dan Olahraga Kaltim Dwi Wahyuni mengatakan pelatihan kewirausahaan dimaksudkan untuk mengembangkan minat dan motivasi pemuda ke dunia wirausaha.

“Sedangkan training of trainer (TOT) pendamping wirausaha pemula dimaksudkan untuk menghasilkan tenaga pendamping (mentor) bagi wirausaha muda pemula yang memenuhi standar serta menguasai materi dan metode pendampingan,” ujar Dwi Wahyuni.

Pelatihan kewirausahaan pemuda diikuti 25 peserta masing-masing Samarinda 15 orang dan Kutai Kartanegara sepuluh orang. Sementara TOT pendamping wirausaha muda pemula diikuti 40 peserta dari sepuluh kabupaten dan kota se-Kaltim.  Pelatihan dilaksanakan selama empat hari (28 September-1 Oktober 2015). (yans/sul/es/hmsprov).  

///FOTO : Bere Ali mengalungkan tanda peserta Pelatihan Kewirausahaan dan TOT Pendamping Wirausaha Muda.(masdiansyah/humasprov kaltim)

 

Berita Terkait
Government Public Relation