Pendidikan Pramuka Wajib Dilaksanakan di Sekolah

Pendidikan Pramuka Wajib Dilaksanakan di Sekolah

 

SAMARINDA – Mulai tahun depan pendidikan pramuka wajib dilaksanakan di semua satuan pendidikan atau sekolah.  Kepramukaan wajib menjadi kegiatan ekstrakurikuler sekolah. Keharusan penerapan pendidikan kepramukaan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta didik, khususnya dalam pendidikan budi pekerti dan karakter.

“Sesuai Permendikbud No 81a/2013 tentang implementasi kurikulum 2013, maka kepramukaan adalah pendidikan ekstrakurikuler wajib di sekolah. Karena itu, pada 2015 Disdik Kaltim akan mengembangkan kegiatan kepramukaan ini di kabupaten/kota, termasuk membentuk Saka Pramuka Widya Budaya Bakti di masing-masing daerah,” kata Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kaltim Musyahrim usai dilantik sebagai Ketua Majelis Pembimbing Daerah Saka Pramuka Widya Budaya Bakti Kaltim di Kantor Disdik Kaltim, Selasa (23/12). 

Saka Pramuka Widya Budaya Bakti ini akan dibentuk hingga gugus depan di masing-masing sekolah. Selanjutnya, Saka Pramuka Widya Budaya Bakti Kaltim meminta Kwarda Pramuka Kaltim untuk terus melakukan pembinaan.

Pembinaan ini sangat penting untuk pembangunan karakter peserta didik di masing-masing daerah agar menjadi lebih baik. Kegiatan ini mengajarkan peserta didik untuk kreatif dan semangat, serta jujur dalam menjalankan tugas yang diberikan para pembina.

“Kami berharap Saka yang baru ini terus mendapatkan pembinaan dari Kwarda Kaltim, sehingga mampu mengimplementasikan pengetahuan yang diberikan bagi satuan pendidikan di masing-masing daerah,” jelasnya.

Pembentukan Saka tersebut salah satunya dilandasi kondisi bangsa yang memprihatinkan dari sisi karakter dan tata nilai dalam masyarakat. Karena itu pemerintah mengambil inisiatif untuk memprioritaskan pembangunan karakter bangsa, diantaranya dengan membentuk Saka tersebut.  

Pembangunan karakter bangsa seharusnya menjadi arus utama pembangunan nasional. Artinya, setiap upaya pembangunan harus selalu dipikirkan keterkaitan dan dampaknya terhadap pengembangan karakter. Sebab, pembangunan karakter bangsa memiliki urgensi yang sangat luas dan bersifat multidimensional. Dinyatakan sangat luas karena terkait dengan pengembangan multiaspek potensi keunggulan bangsa.

Saka Widya Budaya Bakti memiliki tiga krida, yaitu Krida Anak Usia Dini (AUD),) Krida Kursus dan Krida Pendidikan Masyarakat (Dikmas). Dia menjelaskan, Krida AUD  adalah wadah kegiatan dan pendidikan untuk memberikan bekal pengetahuan, sikap dan keterampilan dalam menyiagakan dan menggalang kelompok sasaran program pendidikan anak usia dini.

Kemudian, Krida Kursus adalah wadah kegiatan dan pendidikan untuk memberikan bekal pengetahuan, sikap, dan keterampilan dalam teknik mengajar pada pembelajaan formal maupun nonformal kepada anggota gerakan pramuka.

Sedangkan Krida Pendidikan Masyarakat adalah wadah kegiatan dan pendidikan untuk memberikan bekal pengetahuan, sikap dan keterampilan dalam teknik mengajar membaca, menulis, dan berhitung (calistung) kepada anggota gerakan pramuka, sehingga dapat dijadikan bekal untuk menjadi sumber belajar/tutor dan penyelenggara/pengelola dalam penyelenggaraan dan pelestarian program pendidikan dan kelompok belajar di masyarakat.

Pelantikan Ketua Majelis Pembimbing Daerah Saka Pramuka Widya Budaya Bakti Kaltim, H Musyahrim, Selasa kemarin dilakukan oleh Ketua Kwarda Kaltim Hatta Zainal. (jay/sul/es/hmsprov).

 

///FOTO : Ketua Kwarda Kaltim Hatta Zainal melantik jajaran Mabida Saka Pramuka Widya Budaya Bakti Kaltim.(norjaya/humasprov)

 

Berita Terkait