Penerapan Full Day School Berharap Dukungan APBN

 

SAMARINDA - Wacana full day school masih terus menjadi  pro dan kontra. Secara prinsip, Pemprov Kaltim menyambut baik rencana tersebut, tetapi masih perlu kejelasan materi pendukung dari sistem tersebut, termasuk urusan anggaran. 

Pemprov Kaltim menegaskan, apabila pemerintah pusat siap melalui Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN), maka daerah juga siap menerapkan. Sebab, tidak semua sekolah memiliki sarana penunjang yang diperlukan. Misal, masih ada sekolah yang kekurangan ruang belajar serta fasilitas pendukung lain, seperti ruang laboratorium dan komputer.

“Jika APBN mendukung, tentu daerah harus siap menerapkan. Bagaimana pun penerapan sistem ini juga memerlukan dukungan sarana dan pra sarana yang memadai bagi para siswa,” kata Asisten Kesejahteraan Rakyat Setprov Kaltim Bere Ali di Kantor Gubernur Kaltim, Sabtu (13/8).

Menurut Bere, jika pusat hanya mengandalkan kemampuan daerah, tentu tidak mungkin. Karena pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota memiliki alokasi tersendiri untuk pengembangan program pendidikan di daerah. Sehingga tidak hanya pembangunan sarana dan prasarana sekolah.

Kaltim sudah memiliki pilot project atau contoh tentang sistem tersebut, yakni SMAN 10 Samarinda. Sejumlah sekolah swasta juga telah menerapkan sistem tersebut. (jay/sul/humasprov)

Berita Terkait