Petani dan IRT Dilatih Mengolah Komoditi Kelapa


SAMARINDA – Dinas Perkebunan (Disbun) Kaltim melalui Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Teknologi Terapan Perkebunan (T2P) menggelar pelatihan pengolahan nata de coco.  Kegiatan kali ini dilaksanakan di Desa Maruat Kecamatan Long Kali Kabupaten Paser dan diikuti 40 peserta terdiri petani dan ibu rumah tangga setempat.
Menurut Kepala UPTD T2P Hj Siti Rahmi, pelatihan dilaksanakan sebagai upaya memberikan tambahan pengetahuan dan keterampilan bagi petani dan ibu rumah tangga di desa tersebut.  
“Terlebih lagi untuk menambah keahlian mereka dalam pengelolaan kelapa guna meningkatkan pendapatan keluarga,” katanya saat mewakili Kepala Disbun Kaltim pada Pelatihan Pengolahan Nata de Coco, Selasa (19/4).
Dia mengakui selama ini masyarakat masih menggunakan dan memanfaatkan kelapa hanya untuk kebutuhan kegiatan rumah tangga ataupun keperluan usaha saja. Padahal lanjutnya, apabila diolah menggunakan teknologi, maka akan mampu menghasilkan berbagai produk industri diantaranya produk olahan nata de coco.
“Kelapa merupakan komoditi unggulan perkebunan yang memiliki nilai ekonomi tinggi bahkan apabila dikelola dengan baik mampu menghasilkan berbagai produk olahan rumahan,” jelasnya.
Diharapkan para petani kelapa mampu mengolah air kelapa menjadi nata de coco dalam upaya meningkatkan nilai ekonomi komoditas dan nilai tambah bagi keluarga.
“Minimal para petani memiliki kemampuan mengolah hasil perkebunan khususnya kelapa untuk usaha industri rumahan atau UKM. Sehingga akan meningkatkan penghasilan yang berimbas pada peningkatan kesejahteraan keluarga,” harapnya. (yans/sul/es/humasprov

Berita Terkait