Pimpin Peradaban Masa Depan

BONTANG – Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kaltim Hasyim Mi’radje mengatakan, masa depan Kaltim akan sangat ditentukan oleh kesiapan para pelajar. Pelajar akan menjadi pemimpin peradaban masa depan dengan penguasaan ilmu pengetahun, namun harus tetap dilandasi keimanan dan ketaqwaan.
Penegasan itu disampaikan Hasyim Mi’radje saat mewakili Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak, membuka Musyawarah Wilayah (Muswil) XII Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Kaltim di Lapangan Parikesit Bontang, Minggu (10/3).
Hasyim menjelaskan, salah satu prioritas penting yang dilaksanakan pada era kepemimpinan Gubernur Awang Faroek Ishak dan Wakil Gubernur Farid Wadjdy adalah menyiapkan pelajar dan generasi Kaltim yang lebih berkualitas dan berdaya saing, di level nasional maupun internasional.                    
“Masa depan Kaltim yang lebih baik akan sangat bergantung pada kesiapan para pelajar dan generasi muda untuk mengambil peran. Hal ini menjadi perhatian serius Gubernur Awang Faroek dan Wagub Farid Wadjdy yang kemudian diimplementasikan dalam program prioritas untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia Kaltim yang lebih berdaya saing,” kata Hasyim Mir’radje.
Perhatian serius untuk penyiapan pelajar dan generasi Kaltim yang lebih berdaya   saing itu diantaranya diwujudkan dalam alokasi anggaran pendidikan, baik dalam bentuk penyiapan infrastruktur pendidikan di berbagai daerah, maupun dalam bentuk program Beasiswa Kaltim Cemerlang yang jumlahnya setiap tahun mencapai Rp130 miliar untuk 30.000 orang. 
Pemprov juga memberi dukungan lain dalam bentuk peningkatan kualitas dan kualifikasi guru dan dosen.  Bantuan operasional sekolah juga diberikan dengan jumlah yang tak kalah besarnya. Semua program itu  dilakukan secara intensif dari tahun ke tahun dalam rangka menyiapkan sumber daya manusia Kaltim yang handal, professional dan berdaya saing.
“Gubernur selalu menyebutkan, perhatian terhadap pendidikan ini adalah investasi jangka panjang. Hasilnya tidak bisa dilihat dalam sekejap. Lima atau  sepuluh tahun ke depan kita akan lihat hasilnya. Generasi Kaltim akan lebih berdaya saing. Tentu itu menjadi harapan kita bersama,”  imbuh Hasyim.  
Kepada puluhan peserta Muswil IPM Kaltim XII, Hasyim juga melanjutkan pesan Gubernur Awang  Faroek agar para pelajar yang tergabung dalam IPM Kaltim tetap tekun, ulet dan rajin belajar, selalu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, namun harus tetap berpijak pada kekuatan agama dan norma serta etika yang berkembang di masyarakat.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kaltim Suyatman, mengingatkan agar para anggota IPM Kaltim mampu menjadi generasi yang bertanggung jawab dan cerdas dengan dasar agama yang kuat.
“Hal pertama yang harus ditata adalah iman, baru ilmu pengetahuan. Semua penting, tapi yang esensial adalah akidah, iman dan tauhid. Pelajar adalah para pemimpin peradaban masa depan, karena itu, semua hal ini harus dipersiapkan dengan baik. Jika semua telah dipersiapkan, maka Allah SWT tidak akan mengingkari janjinya,”   pesan Suyatman.
Suyatman  juga meambahkan keterlibatan pelajar dalam IPM, tidak boleh menganggu jadual belajar dan kuliah. Organisasi ini seharusnya menjadi media belajar yang dapat memberikan motivasi untuk prestasi yang lebih baik.
“Saya sangat mendukung kehadiran kalian dalam IPM. Tapi, jangan pernah ganggu aktifitas belajar hanya karena anda sibuk di IPM. IPM harus menjadi motivasi dan tempat belajar yang baik. Anda harus sukses di IPM dan sukses pula di sekolah atau di kampus,” tegas Suyatman.  (sul/hmsprov)

//Foto: Hasyim Mi’radje

Berita Terkait
Government Public Relation