PrimeBiz Hotel Siap Terima 60 Persen SDM Lokal

Gubernur Awang Faroek bersama Vice President Marketing Prime Plaza Hotels & Resorts (PPHR) Yusak Anshori. (ADISUSENO/HUMASPROV)

SAMARINDA - Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak meresmikan dimulainya pembangunan hotel syariah dengan nama PrimeBiz Hotel di kawasan Masjid Baitul Muttaqien Islamic Center (IC) Jalan Ulin Samarinda, Rabu (23/5).

Vice President Marketing Prime Plaza Hotels & Resorts (PPHR) Yusak Anshori mengatakan pembangunan direncanakan dilaksanakan selama dua tahun mulai sekarang. Pembangunan hotel tersebut dipastikan menyerap 60 persen tenaga kerja lokal atau SDM berasal dari Kaltim, khususnya Samarinda. "Kami pastikan hotel ini akan mampu menyerap tenaga kerja lokal hingga 60 persen dari seluruh tenaga kerja yang dibutuhkan," kata Yusak Anshori di hadapan wartawan usai groundbreaking. 

Sementara 40 persen sisa tenaga kerja lainnya bisa saja datang dari luar Kaltim, namun mereka harus memiliki keahlian yang dibutuhkan sesuai standar hotel syariah.Dijelaskan, hotel ini dibangun setelah melihat potensi pasar yang cukup bagus di waktu yang akan datang di Samarinda khususnya untuk wisata halal dan wisata religius.

"Kami akan berupaya melibatkan masyarakat sekitar atau lokal untuk bekerja dalam pengembangan hotel syariah ini. Yang jelas, terbangun hotel ini akan melengkapi kebutuhan akomodasi dan kebutuhan rapat para tamu yang ingin berkunjung ke Masjid Baitul Muttaqien Islamic Center maupun siapa saja yang ingin merasakan nuansa Islami di dalam hotel," jelasnya.

Investasi pembangunan hotel ini mencapai Rp250 miliar. Pihak PPHR meyakinkan dengan adanya pengembangan airport atau Bandara APT Pranoto diyakini mampu menarik kunjungan wisatawan manca negara berkunjung ke Samarinda. Adapun pangsa pasar luar negeri yang dipastikan akan bisa masuk adalah dari negara Timur Tengah dan Malaysia. "Bandara tersebut menjadi pertimbangan kami untuk membangun hotel syariah. Karena adanya akses tersebut, sehingga memudahkan siapa saja yang akan berkunjung ke daerah ini," jelasnya.

Hotel ini rencana dibangun dengan kapasitas 135 kamar. Kemudian untuk mengawali pengembangan hotel ini sementara dibangun 90 kamar. PPHR adalah jaringan hotel nasional yang telah mengoperasikan hotel syariah di berbagai daerah, antara lain Bali, Surabaya, Yogyakarta, Tegal, Cikarang, Karawang, Kualanamu-Medan dan Samarinda. (jay/sul/humasprov)

Berita Terkait