Program Pertanian Berjalan Sesuai Visi Kaltim 2013-2018


SAMARINDA - Pemprov Kaltim telah berupaya meningkatkan sektor pertanian dalam arti luas agar sejalan dengan arah transformasi ekonomi di daerah ini. Hal itu dibuktikan dengan peran sektor pertanian dalam struktur perekonomian daerah yang mengalami peningkatan dari 6,93 persen pada 2014 menjadi 7,48 persen pada 2015.

 "Hal ini berarti proses transformasi struktur ekonomi ke arah sumber daya alam yang terbarukan telah berjalan sesuai dengan apa yang dicita-citakan pada visi Kaltim," kata Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak dalam penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) kepada DPRD Kaltim pada Rabu (11/5).

Gubernur Kaltim menyadari bahwa masih terdapat sejumlah kendala pada keterbatasan kualitas dan kuantitas infrastruktur pendukung proses hilirisasi produk-produk unggulan non migas seperti CPO, karet dan produk pertanian tanaman pangan.

"Namun, berbagai upaya untuk meningkatkan kontribusi sektor pertanian dalam arti luas dalam pembentukan PDRB telah dilakukan melalui prioritas pembangunan pengembangan agrobisnis," katanya.

Adapun pengembangan agrobisnis yang telah diupayakan oleh Pemprov Kaltim yakni melalui kegiatan diantaranya yakni ekstensifikasi penanaman baru komoditi perkebunan Karet dan lada, pengembangan usaha peternakan melalui pengembangan sapi di kawasan perkebunan sawit dan lahan eks tambang di sejumlah kabupaten/kota.

Selain itu, peningkatan pengembangan pengelolaan dan pemasaran produksi perikanan melalui promosi, bimbingan teknologi pengemasan produk, pengawasan dan pengujian mutu produksi perikanan.

"Kami juga telah berupaya melakukan kegiatan peningkatan dan pengembangan industri olahan non migas melalui kajian hilirisasi industri pengolahan komoditi unggulan daerah jangka waktu pendek dan menengah yang difokuskan pada komoditas karet, rumput laut dan singkong,” ujarnya. (rus/es/humasprov

Berita Terkait