Rakor Darurat Penanggulangan Bencana, Waspadai Banjir dan Cuaca Ekstrim

Peserta Rakor Penanganan Darurat Penanggulangan Bencana bersama Kepala BPBD Kaltim Frederik Bid. (masdiansyah/humasprov kaltim)

SAMARINDA - Guna optimalisasi pelayanan dan sinergi penanganan serta penanggulangan darurat bencana di daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Darurat Penanggulangan Bencana se-Kaltim Tahun 2019. Kepala BPBD Kaltim Frederik Bid mengemukakan Kaltim saat ini harus siap dan siaga menghadapi ancaman bencana terutama banjir dan cuaca ekstrim. "Perubahan dan kondisi alam perlu diwaspadai. Ancaman bahaya banjir dan cuaca ekstrim dominan terjadi," katanya di Samarinda, Kamis (14/2/2019).

Diungkapkannya, banjir terjadi akibat curah  hujan cukup tinggi serta imbas air laut pasang masuk ke alur sungai. Beberapa daerah rentan banjir seperti Samarinda dan Kutai Kartanegara termasuk Kutai Barat terutama kawasan di pesisir sungai.

Karena itu lanjutnya, melalui rakor ini selain evaluasi sekaligus penyusunan strategis upaya penanganan yang cepat dalam penanggulangan bencana di daerah. "Kita terus mengedukasi masyarakat sebagai upaya pelayanan dasar penanggulangan penanganan darurat bencana sampai ke tingkat desa hingga RT," jelas Frederik.

Sementara itu Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Kresnayana menyebutkan rakor diikuti 75 peserta terdiri kepala BPBD kabupaten dan kota, instansi terkait, TNI dan Polri serta dunia usaha/swasta.

Kegiatan menghadirkan narasumber Deputi Logistik dan Peralatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Rudi Padmanto dan akademisi Johny Sumbung. Rakor bertema Peningakatan Penanganan Darurat dengan Mengoptimalkan Kecepatan Penanganan (Respon Time) Penyediaan Logistik Kemanusian (Humanitarian Logistics) dilaksanakan selama satu hari. (yans/sul/humasprov kaltim)

Berita Terkait
Government Public Relation