Rakor Pemdes se-Kaltim 2018, Mewujudkan Desa Mandiri

Jauhar Effendi ketika membuka Rakor bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa. (IST)

 

BALIKPAPAN – Momentum rapat koordinasi (Rakor) bidang pemberdayaan masyarakat dan pemerintahan desa (Pemdes) tingkat provinsi dan kabupaten/kota se-Kaltim 2018 dapat dimanfaatkan sebagai wahana sinkronisasi program, khususnya dalam mendukung pencapaian program nasional di daerah. Melalui rakor ini, pemerintah berharap ke depan  dapat terwujud desa mandiri di Kaltim. “Mari kita bersama-sama mewujudkan program nasional, yaitu meningkatkan status desa dari sangat tertinggal, menjadi berkembang, maju dan mandiri,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kaltim M Jauhar Efendi usai membuka rakor di Balikpapan, Selasa (24/4).

 

Mendukung itu, pemerintah melalui Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) menetapkan berbagai program prioritas pembangunan desa. Contohnya,  memprioritaskan program gerakan desa mandiri dengan target 3.500 desa se-Indonesia.

 

Karena itu, ke depan dari 841 desa bisa masuk kategori desa mandiri. "Secara nasional memang belum banyak desa yang masuk sebagai desa mandiri. Mudahan tahun ini ada masuk. Melalui sinkronisasi program ini diharap saling mendukung perwujudannya di Kaltim,” jelasnya. Meski demikian, berdasarkan data yang dihimpun patut disyukuri sudah ada beberapa desa di Kaltim yang meningkat statusnya menjadi desa maju dengan adanya berbagai program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa.

 

Karena itu, ke depan perlu kerjasama lintas sektor untuk membangun kemandirian desa agar masuk menjadi desa mandiri. “Masalahnya Pendapatan Asli Desa (PADes) memang masih ada yang rendah. Makanya perlu didorong. Kalau desa sudah kuat, yakin biar pemerintah defsit tidak akan berpengaruh. Itulah namanya Desa Mandiri,” jelasnya. (jay/sul/humasprov)

Berita Terkait