Rakorsin Pembangunan PTPH Kaltim 2019


Gubernur : Perlu Diversifikasi Pangan Menuju Swasembada Beras

BALIKPAPAN - Diversifikasi pangan merupakan upaya untuk mendorong masyarakat agar memvariasikan makanan pokok yang dikonsumsi sehingga tidak terfokus pada satu jenis makanan pokok seperti nasi saja.

Penegasan itu disampaikan Gubernur Kaltim Dr H Isran Noor saat membuka Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi (Rakorsin) Pembangunan Pangan, Tanaman Pangan dan Holtikultura se-Kaltim 2019 di Hotel Horison Sagita Balikpapan, Kamis (28/2).

Menurut dia, diversifikasi pangan merupakan salah satu cara menuju swasembada pangan dengan mengurangi konsumsi beras sehingga total konsumsi tidak melebihi produksi.

"Masyarakat kita sudah terbiasa makan nasi. Padahal banyak komoditas makanan yang bisa dijadikan bahan konsumsi," katanya dihadapan peserta Rakorsin.

Komoditas pangan alternatif itu sebutnya, jagung, ubi jalar, singkong, talas, sagu, sukun dan komoditi makanan selain beras dan tepung terigu. Diakuinya, Kaltim memiliki potensi pangan lokal sehingga mudah dikenal dan dikelola masyarakat. 

Dengan begitu, lanjutnya, komoditas lokal seperti jagung, singkong, talas dan lainnya bisa terangkat menjadi pangan pokok.

"Diversifikasi pangan untuk mengurangi ketergantungan terhadap beras. Namun, penggantinya harus bersumber dari komoditas lokal bernutrisi dan aman untuk dikonsumsi," tambahnya.

Sementara Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Holtikultura Kaltim H Ibrahim mengatakan program diversifikasi pangan sudah disosialisasikan melalui berbagai kegiatan seperti lomba kuliner non beras.

"Kita sudah mensosialisasikannya. Namun kebiasaan masyarakat sulit diubah Tetapi kami terus berusaha memberi pengertian agar masyarakat bisa mengkonsumsi non beras," jelas Ibrahim. (mar/her/yan/fat/humasprov kaltim)

Berita Terkait