Rombongan Norwegia Melihat Beruang Madu

dok.humasprovkaltim

BALIKPAPAN - Setelah bertemu Gubernur Isran Noor, Duta Besar Kerajaan Norwegia Vegard Kaale dan Anggota Parlemen Kerajaan Norwegia melanjutkan perjalanan ke Kawasan Wisata Pendidikan Lingkungan (KWPLH) di Km 23 arah utara Kota Balikpapan.

Mereka ingin berbincang langsung dengan masyarakat yang aktif dalam program perhutanan sosial maupun para kelompok tani hutan, para pegiat lingkungan dan pemangku kebijakan lainnya.

Di lamin yang ada di areal itu, mereka juga diajak untuk menyaksikan film pendek yang menggambarkan kondisi hutan alami Sungai Wain yang tidak lagi diganggu oleh masyarakat. Hutan ini memiliki tutupan agroforestri (pohon buah-buahan) yang berdekatan di dalam area ijin hutan kemasyarakatan. 

"Masyarakat sudah sangat sadar pentingnya hutan alami ini. Hutan ini menjadi  pelindung sumber daya air bagi pengguna di hilir, yakni Kota Balikpapan," kata Kepala KPHP Bongan H Eddy Riswanto saat memberi sambutan pengantar di KWPLH Km 23 Kota Balikpapan, Kamis (23/1/2020).

Para tamu Norwegia juga mendapat penjelasan tentang  Kawasan Wisata Pendidikan Lingkungan yang  juga dikenal sebagai Pusat Beruang Madu.

Kawasan ini menyediakan fasilitas pendidikan lingkungan, serta  informasi flora dan fauna endemik Kalimantan. 

"Di sini juga ada  kandang alami seluas 1,3 hektar untuk Beruang Madu yang tidak dapat dilepaskan kembali ke alam. Mereka akan menghabiskan usia mereka di sini," jelas salah seorang staf setempat kepada para tamu Norwegia.

"Kalau di sini punya Beruang Madu, kami punya Polar Bears (Beruang Kutub). Dan beruang kami sangat berbahaya," ujar

Ketua Komite Tetap Urusan Luar Negeri dan Pertahanan, Parlemen Kerajaan Norwegia Ms Anniken Scharning Huitfeldt.

Mereka terlihat sangat antusias menyaksikan aktivitas Beruang Madu di kawasan itu.(sul/her/yans/humasprovkaltim)

Berita Terkait
Government Public Relation