RSUD AWS Terus Berbenah untuk Tingkatkan Pelayanan

Rachim: Pelayanan Dulu Baru Selesaikan Administrasi

SAMARINDA - Rumah Sakit Umum Daerah Abdoel Wahab Syahrani (RSUD0AWS) terus melakukan pembenahan, terutama pelayanan terhadap pasien. Tujuannya agar meningkatkan pelayanan bagi masyarakat yang dirujuk ke rumah sakit pemerintah ini.
Dengan meningkatkan pelayanan tersebut, diharapkan dapat memberi kontribusi nyata bagi pasien. Artinya, pasien yang datang tidak perlu khawatir dengan pelayanan  para medis.
“Banyak yang telah kami benahi saat ini. Mulai dari Unit Gawat Darurat (UGD) hingga pelayanan di kelas-kelas. Contoh saja di UGD, pasien yang dirujuk ke AWS, langasung mendapat pelayanan,  setelah itu baru menyelesaikan administrasi,” kata Direktur RSUD AWS dr Rachim Dinata Marsidi, dikonfirmasi di Samarinda, Rabu (28/8).Bahkan, penanganan tersebut dilakukan hingga operasi, setelah itu baru dilakukan penyelesaian administrasi.
“Setelah dilayani, baru kami tanyakan administrasi dari pasien. Jika mereka ada Jamkesda, kami terima, demikian juga Jamsostek juga kami terima. Ini semua sesuai arahan Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak agar RSUD AWS dapat memberikan pelayanan terhadap masyarakat tanpa harus menanyakan terlebih dulu berapa biaya yang akan dibayar,” jelasnya.
Apabila dalam proses pelayanan, ternyata pasien tidak mampu menyelesaikan administrasi, pelayanan tetap dilakukan, dengan syarat harus memiliki identitas jelas, terutama terdaftar sebagai warga Kaltim.
Bahkan penataan di UGD telah dilakukan dengan baik, mulai parkir hingga ruang tunggu pasien dan perawatan. Apalagi di UGD sekarang juga dilengkapi emergency kebidanan.
Selain pembenahan Ruang UGD,  RSUD-AWS juga akan melakukan pembenahan untuk ruang perawatan kelas III, salah satunya dengan sarana Air Condisioner (AC). “Mudah-mudahan September ini dapat dilaksanakan. Kami berharap Pemprov Kaltim bisa membantu, sehingga pelayanan dan kenyamanan pasien ketika dirawat di kelas III tidak dikeluhkan lagi,” jelasnya.
Rachim juga berharap, pelayanan pasien yang sakit ringan, antara lain demam, batuk, flu dan melahirkan secara normal dapat ditangani di rumah sakit terdekat atau Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas).
Hartpannya RSUD-AWS menjadi rumah sakit rujukan akhir. Artinya, jika ada pasien yang tidak bisa ditangani di daerah, diharapkan dapat dirujuk ke AWS. Sehingga pasien tidak perlu dirujuk ke luar Kaltim maupun luar negeri.
“Sesuai arahan Gubernur Kaltim agar setiap kecamatan harus memiliki Puskesmas 24 jam dan kabupaten/kota punya rumah sakit umum daerah. Kami yakin itu semua akan membantu masyarakat agar bisa dilayani secara cepat dan tepat,” jelasnya.(jay/hmsprov)

///Foto : Gedung Rumah Sakit Umum Daerah Abdoel Wahab Syahrani tampak megah yang dilengkapi dengan peralatan canggih terus melakukan pembenahan terhadap pelayanan pasien yang lebih baik.(dok/humasprov kaltim)


 

Berita Terkait
Government Public Relation