Rusmadi: Masa Depan Bangsa Berada di Pundak Guru

Puncak Peringatan Hari Guru dan HUT PGRI ke-69

SAMARINDA –  Guru memiliki tugas mencerdaskan anak bangsa, sebagai upaya menciptakan sumber daya manusia berkualitas dan berdaya saing untuk menatap masa depan yang lebih baik.

Menjadi guru bukanlah pengorbanan, tetapi merupakan sebuah kehormatan. Karena ibu dan bapak guru telah memilih jalan terhormat, yakni hadir bersama anak-anak di sekolah, sebagai   pemilik masa  depan  Indonesia.  Guru  telah mewakili masyarakat, baik pemerintah maupun orang tua dalam menyiapkan masa depan Indonesia.

“Di pundak guru atau tenaga kependidikan ada wajah masa depan kita. Setiap hari guru menemui wajah masa depan Indonesia dan di ruang-ruang kelas itulah anak-anak yang bersiap,  bukan saja untuk menyongsong tetapi juga untuk memenangkan masa depan,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Sekprov Kaltim Dr H Rusmadi usai memimpin upacara Puncak Peringatan Hari Guru Nasional dan HUT PGRI ke-69 di Halaman Parkir Stadion Madya Sempaja Samarinda, Selasa (25/11).

Pemerintah menyadari masih banyak tanggung jawab kepada guru yang belum ditunaikan. Karena itu, diimbau kepada masyarakat maupun pemerintah harus mengubah diri, dengan meninggikan dan memuliakan guru.

Pemerintah di semua level harus menempatkan guru dengan sebaik-baiknya dan menunaikan secara tuntas semua kewajibannya bagi guru. Pekerjaan rumah pemerintah masih banyak,  mulai  dari  masalah  status  kepegawaian dan kesejahteraan yang berhubungan dengan guru harus dituntaskan.

”Hari-hari  di  depan  kelas  tentu  menyedot  energi.  Anak-anak  yang  menuntut perhatian. Tugas-tugas guru yang menumpuk. Masih banyak ruang kelas yang tidak memadai, fasilitas belajar  ala kadarnya atau suhu udara yang tidak selalu bersahabat, diharapkan guru  terus hadir  membawa senyum, demi anak-anak bangsa,” jelasnya.

Pemerintah  menyadari, pendidikan adalah ikhtiar fundamental dan kunci untuk dapat memajukan bangsa. Potensi besar di negara ini, khususnya Kaltim akan dapat dikembangkan jika manusianya terbangun dan berkembang dengan baik.

Kualitas manusia adalah hulunya kemajuan dan pendidikan menjadi  salah satu unsur paling penting dalam meningkatkan kualitas manusia. Pemerintah mengajak semua kalangan, terlibat untuk membantu sekolah, guru, madrasah,  balai  belajar  dan  taman  belajar. 

”Mari kita semua terlibat  untuk  mendorong kemajuan pendidikan. Kepada guru, Kepala Sekolah, mari kita bukakan  pintu  lebar-lebar. Kita mengajak dan memberi ruang bagi masyarakat untuk terlibat, memikirkan dan berbuat demi kemajuan dunia pendidikan,” ajak Rusmadi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kaltim Musyahrim mengatakan potret Indonesia hari ini adalah potret hasil dunia pendidikan di masa lalu. Potret dunia pendidikan hari ini adalah potret Indonesia masa depan.

Jadikan rumah dan sekolah sebagai zona penciptaan kader berkarakter mulia. Izinkan anak-anak merasakan rumah yang membawa nilai kejujuran. Izinkan anak-anak merasakan sekolah yang guru-gurunya  adalah  teladan. 

”Ke depan biarkan anak-anak kita mengingat Kepala Sekolahnya dan seluruh Tenaga Kependidikan di sekolahnya sebagai figur-figur bersih dengan karakter yang terpuji,” kata Musyahrim.

Selain itu, Pada Puncak Peringatan  Hari Guru Nasional dan HUT PGRI ke-69 di Kaltim, Pemprov memberikan penghargaan kepada guru berprestasi, berjasa dan berdedikasi se Kaltim. Adapun guru-guru yang menerima, berasal dari Samarinda, Balikpapan, Bontang, Kutai Kartanegara, Mahakam Ulu dan Nunukan. Diharapkan, melalui penghargaan tersebut guru di daerah ini termotivasi memberikan pengajaran kepada siswa di masing-masing sekolah.(jay/es/hmsprov)

/////FOTO : Plt Sekprov Kaltim Dr H Rusmadi menyerahkan penghargaan kepada guru berprestasi, berjasa dan berdedikasi se Kaltim pada Puncak Peringatan Hari Guru Nasional dan HUT PGRI ke-69.(johan/humasprov)

 

Berita Terkait