Sarundajang: Terimakasih Pak Gubernur

Kaltim Sumbang Rp 200 Juta untuk Korban Banjir Manado
MANADO - Pemprov Kaltim memberikan bantuan untuk para korban bencana banjir bandang dan tanah longsor di Manado, Sulawesi Utara (Sulut). Bantuan yang disampaikan berupa persediaan barang untuk kebutuhan sehari-hari senilai Rp 200 juta.

Bantuan secara simbolis diserahkan Asisten Kesejahteraan Rakyat Pemprov Kaltim H Bere Ali  mewakili Gubernur Kaltim, kepada Gubernur Sulut Sinyo Harry Sarundajang di rumah jabatan Gubernur Sulut, Minggu malam (26/1).

Bantuan tersebut, diantaranya dalam bentuk kain panjang, sarung, handuk, sejadah, selimut polos, kelambu plastik, T-shirt, daster batik, seragam SD, SMP, SMA tikar plastik, matras dan paket obat-obatan.

Dihadapan Gubernur Sarundajang, Bere Ali  mengatakan bantuan yang diberikan merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas masyarakat Kaltim kepada  warga Manado. Diharapkan bantuan itu bermanfaat bagi para korban banjir maupun tanah longsor di Ibukota Sulut itu.

”Bantuan ini mohon diterima sebagai bentuk rasa solidaritas dan rasa kesetiakawanan kepada  saudara-saudara kita yang tertimpa musibah.  Derita masyarakat Manado juga duka bagi masyarakat Kaltim,” kata Bere Ali yang secara khusus menyampaikan salam hangat dari Gubernur Awang Faroek Ishak.

Sementara itu Gubernur Sulut Sinyo Harry Sarundajang, atas nama pribadi dan masyarakat Sulut menyampaikan banyak terimakasih kepada Pemprov Kaltim melalui Tim Reaksi Cepat (TRC) Kaltim yang merupakan utusan masyarakat  Kaltim yang selalu peduli terhadap korban bencana.

“Kami merasa senang dan terharu atas bantuan dari Kaltim. Sekali lagi kami mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Gubernur Awang Faroek beserta    masyarakat Kaltim yang memiliki rasa solidaritas tinggi untuk membantu saudara-saudara kita di Manado.  Sampaikan  salam hangat kembali kepada  Gubernur Awang Faroek dan masyarakat Kaltim,” ucap Sarundajang.

Dia menjelaskan,  saat ini penanganan pasca banjir  sudah dilakukan Pemprov Sulut bersama unsur kepolisian dan TNI di daerah itu dibantu relawan. Secara cepat mereka membersihkan lumpur dan sampah sisa-sisa banjir bandang.

“Pasca musibah ini, satu hal yang paling kami waspadai adalah bahaya penyakit. Bantuan obat-obatan ini tentu akan sangat membantu,” ujarnya.

Saat ini secara berangsur-angsur  aktivitas  perekonomian masyarakat kembali pulih, meskipun masih ada korban mengungsi yang jumlahnya mencapai 20 ribu jiwa. Hingga saat ini dapur umum juga masih melayani dan bantuan  dari berbagai pihak masih terus mengalir.

Senin siang kemarin, rombongan TRC Kaltim juga melihat langsung dampak dari bencana tersebut. Nampak kerusakan luar biasa terjadi dimana-mana. Sampah dan lumpur sebagian juga masih terlihat di rumah-rumah warga yang belum kembali dari pengungsian.

Menurut data di Posko jumlah warga terdampak kurang lebih 107.000 jiwa, jumlah warga mengungsi sekitar 20 ribu, meningal dunia 24 orang dan perkiraan total kerugian mencapai Rp1,871 triliun.

Dari total kerugian itu,  terdiri  atas  infrastruktur PU (bina marga, cipta karya, SDA) Rp794 miliar, infrastruktur non PU (jaringan listrik, komunikasi, perumahan), Rp377 miliar,  kerugian perlengkapan/alat rumah tangga Rp200 miliar, kerugian kehilangan usaha (perdagangan, UMKM dan lain-lain) Rp475 miliar, kendaraan roda empat dan roda dua Rp25 miliar.

Pada saat penyerahan bantuan ini, Asisten Kesejahteraan Pemprov Kaltim Bere Ali didampingi anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) Kaltim diantaranya Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah  (BPBD) Kaltim H Wahyu Widhi Heranata, Kepala Dinas Sosial Kaltim Hj Siti Rusmalia Idrus dan Pasi Binwanwil  Korem  091/ASN  Mayor Inf Thohar. (sar/hmsprov).

////FOTO : Gubernur Sulut Sinyo Harry Sarundajang (batik) menerima bantuan Kaltim yang diserahkan Asisten Kesejahteraan Rakyat Pemprov Kaltim H Bere Ali.(sarjono/humasprov kaltim)

Berita Terkait
Government Public Relation