Sespibi Angkatan XXXI Kunjungi Kaltim

SAMARINDA - Peserta Sekolah Staf Pimpinan Bank Indonesia (Sespibi) Angkatan XXXI Tahun 2013 melakukan kunjungan ke Kaltim yang diterima Asisten II Setprov Kaltim HM Sabani mewakili Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak di Ruang Tepian II  Kantor Gubernur Kaltim, Senin (27/5).
Pada kesempatan itu Sabani menjelaskan visi dan misi Pemprov Kaltim dan  kondisi umum, perkembangan pembangunan bidang ekonomi, infrastruktur, sosial dan budaya.     
Selain itu, Sabani  juga menjelaskan secara panjang lebar tentang berbagai kemajuan untuk  mewujudkan Kaltim yang sejahtera. Perkembangan APBD, Penerimaan Asli Daerah (PAD) dan pertumbuhan ekonomi Kaltim juga dijelaskan.
Sedangkan di bidang kesejahteraan rakyat, Sabani menyampaikan informasi tentang upaya-upaya yang dilakukan Pemprov Kaltim dalam upaya menurunkan angka kemiskinan, menciptakan lapangan kerja  dan meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia di Kaltim.
Faktor penghambat pembangunan sekaligus yang menjadi masalah utama pembangunan Kaltim yakni tidak kunjung disahkannya revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) pun dijelaskan secara rinci. Rencana investasi terhambat karena terbentur tata ruang yang belum disahkan.  
"Pengesahan RTRW ini akan memberikan kepastian hukum sehingga investasi dan berbagai proyek pembangunan di daerah ini berjalan mulus dan tidak terhambat,” kata Sabani.
Dia juga menjelaskan kondisi infrastruktur jalan di Kaltim. Sebagai provinsi yang diproyeksi akan menjadi lumbung energi nasional, semestinya pemerintah pusat memberikan   fasilitas jalan yang memadai.  Ironisnya kondisi jalan di Kaltim saat ini rata-rata hanya kelas III dan dilewati dengan kendaraan yang melebihi kapasitas angkut.
Masalah ini seringkali menjadi buah simalakama bagi pemerintah daerah. Masyarakat hanya ingin kondisi jalan yang baik, entah jalan provinsi atau jalan Negara. Penanganan dari pusat seringkali terlambat. Sementara masyarakat terus melakukan tuntutan kepada Pemprov. Saat Pemprov mengalokasikan perbaikan untuk kerusakan jalan Negara tersebut demi memenuhi tuntutan rakyat, langkah ini kemudian justru menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) karena menganggap penanganan jalan negara yang rusak  tersebut seharusnya dilakukan oleh kementerian pusat.
"Hal-hal kecil seperti itu, justru menjadi persoalan di kemudian hari. Akibatnya Kaltim belum mendapat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP),” jelasnya.
Sementara Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kaltim Ameriza Ma'ruf Moesa mengatakan, Sespibi Angkatan XXXI  ini merupakan sekolah tertinggi di lingkungan BI dengan peserta para eksekutif yang dipersiapkan menjadi calon direktur pada Bank Indonesia.
Rombongan Sespibi berjumlah 12 orang dengan maksud melihat lebih dekat  Kaltim yang diproyeksikan menjadi  lumbung energi nasional.
"Pengalaman yang diperoleh dari  Kaltim tentunya sangat berharga bagi para peserta Sespibi untuk mendukung kinerjanya dan menambah wawasan  saat menjalankan tugas dikemudian hari. Mereka ini adalah para calon direktur BI," ujar Ameriza.    (sar/hmsprov).

///Foto : Asisten II Setprov Kaltim HM Sabani menyerahkan kenang-kenangan kepada Pimpinan rombongan Sekolah Staf Pimpinan Bank Indonesia (Sespibi) Angkatan XXXI Tahun 2013 Amanda Pulungan.(sarjono/humasprov kaltim)


 

Berita Terkait
Government Public Relation