Tahun Politik Harus Disikapi Dengan Bijak

SAMARINDA-Tokoh masyarakat Kaltim H S Alwi AS mengajak semua komponen masyarakat baik politisi, akademisi, cendikiawan maupun alim ulama juga tokoh masyarakat menyikapi tahun politik ini secara bijak dan tenang.

"Setiap mengutarakan pendapat  tentunya harus  mengetahui betul, apa tujuan dan sasarannya, jangan sampai  mengeluarkan pendapat seenaknya, bahkan emosional, padahal mereka tidak mengetahui duduk  persoalan sesungguhnya," kata Alwi yang juga tokoh pers Kaltim ini saat ditemui di Samarinda, Senin (8/4).

Selain itu, semua pihak juga harus bisa  menahan diri  menyikapi setiap persoalan. Apalagi suara para cendikiawan maupun mahasiswa akan lebih banyak didengar masyarakat.

"Penyampaian  aspirasi yang dilakukan dengan cara anarkis tentunya akan menimbulkan  efek buruk dimata masyarakat. Karena itu,  hindari cara-cara tidak santun itu.  Cara seperti itu tidak mencerminkan negara kita yang menjunjung tinggi demokrasi," ujarnya.

Bangsa Indonesia  dikenal santun dengan suasana kegotong-royongan. Egoisme dalam mengutarakan pendapat apalagi dengan menghujat, bukanlah ciri manusia-manusia Indonesia yang menjaga adat dan tradisi kesantunan.

"Rasa persatuan dan kesatuan jangan dirusak dengan cara-cara kekerasan, menyampaikan sesuatu jangan menghujat. Sebagai orang beragama, Tuhan sudah menuntun kita, jangan berburuk sangka dan menghujat sesama. Karena yang menghujat belum tentu lebih baik dari orang yang dihujat," pesan Alwy.

Dia juga berpesan agar para pemimpin, baik di eksekutif maupun legislatif lebih membuka  membuka diri untuk  mau berkomunikasi dengan rakyat.

Ia optimis, dibawah kepemimpinan Gubernur Awang Faroek Ishak, Kaltim tetap dalam kondisi kondusif, apalagi masyarakat sudah membuktikan nikmatnya hidup dalam kedamaian.

Namun demikian masyarakat juga harus lebih arif menyikapi tahun politik ini. Lebih obyektif dan rasional serta selalu mengutamakan kepentingan bersama dan tidak terjebak dalam kepentingan sesaat.

"Pilihlah pemimpin yang amanah jangan mau dimanfaatkan untuk kepentingan sesaat tapi pikirkan untuk jangka panjangnya," jelasnya. (sar/hmsprov).

///Foto : Sayid Alwi AS
 

Berita Terkait
Farid Wadjdy: Terima dengan Jiwa Besar
Farid Wadjdy: Terima dengan Jiwa Besar

19 September 2013 Jam 00:00:00
Politik

Gubernur: PNS Harus Netral
Gubernur: PNS Harus Netral

16 Januari 2014 Jam 00:00:00
Politik