Terobosan Kaltim, Ekspor Langsung Ke Luar Negeri Terwujud

Pelabuhan Peti Kemas Kariangau - Balikpapan

 SAMARINDA. Selama ini, pengiriman komoditas ke luar negeri dari Provinsi kaya sumber daya alam ini tidak bisa langsung. Komoditas yang dikirim singgah terlebih dahulu ke Surabaya atau Jakarta melalui Tanjung Perak atau Tanjung Priok, barulah dikirim ke luar negeri. Ada pula yang harus transit ke Singapura, barulah dikirim berbagai negara lainnya.

Panjangnya proses pengiriman ini tentunya diperlukan tambahan biaya logistik pada setiap tempat persinggahan. Di antaranya, tambahan biaya bongkar muat, atau menginap di pelabuhan tempat singgah dan biaya lainnya. Selain itu, beberapa komoditas tercatat bukan lagi menjadi milik daerah asal, namun dari lokasi transit.

Persoalan krusial lainnya, bagaimana kalau barang yang dikirim adalah produk   perikanan, misalnya ikan atau udang. Pengiriman lama di perjalanan membuatnya tidak segar lagi, mungkin saja kualitas barang jadi menurun.

Gubernur Awang Faroek mendengarkan penjelasan dari pegawai Syam Surya Mandiri tentang udang-udang yang siap dikirim melalui pelayaran internasional langsung ke luar negeri (direct call) melalui Pelabuhan Internasional Balikpapan dan Bandara Internasional SAMS Balikpapan. (yuvita/humasprov)

 

Dengan adanya terobosan yang dinamakan direct call, melalui Terminal Peti Kemas Kariangau, masalah tersebut bisa diatasi. Sebab dengan direct call, komoditas  yang akan diekspor akan langsung ke negara tujuan. Sebab direct call adalah pelayaran langsung petikemas dari pelabuhan dalam negeri, ke pelabuhan tujuan atau destinasi yang ada di luar negeri, tanpa singgah di pelabuhan manapun yang ada di dalam negeri.

Pelayaran perdana international direct call hasil perkebunan telah di launching oleh Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak pada Senin (9/4) lalu. Kemudian, orang nomor satu di Kaltim tersebut kembali melakukan launching international direct call untuk ekspor hasil perikanan di Anggana ke negara tujuan Amerika, Inggris, Dubai, Jepang, Hongkong, Taiwan, Singapore, Vietnam dan Thailand pada Selasa (10/4) lalu.

Tentu saja beberapa keuntungan yang didapat oleh Pemerintah Provinsi dan pengusaha dari pelayaran langsung internasional tersebut. Di antaranya dapat menghemat biaya yang dikeluarkan dan menghemat waktu perjalanan, tentunya akan menjaga kualitas produk ekspor. Dan ini merupakan stimulus positif bagi perekonomian Kalimantan Timur dan sekitarnya.

Awang Faroek menantang para pengusaha di Kaltim untuk memanfaatkan keuntungan besar penerapan direct call, bukan hanya dari sektor hasil perikanan. Sektor lainnya, seperti tanaman pangan maupun sektor peternakan dan hasil kehutanan harus menangkap peluang besar yang sudah sangat terbuka ini. "Ini akan berimbas pada pertumbuhan perekonomian Kaltim. Direct call juga akan mempercepat pertumbuhan kawasan industri sekaligus mempercepat transformasi pertumbuhan ekonomi daerah," yakin Awang. (yuv/Ni/Tim HumasProvKaltim)

 

Berita Terkait
Data Masih Kosong
Data Masih Kosong
Government Public Relation